Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan posisi strategis, memiliki potensi besar dalam industri minyak dan gas bumi. Pemeriksaan rutin pipa bawah laut penting untuk menjaga keandalan infrastruktur transportasi minyak dan gas serta mengidentifikasi masalah seperti free span. Penelitian ini memetakan dan menganalisis kondisi free span pipa bawah laut di perairan Pulau Pabelokan, Kepulauan Seribu, menggunakan teknologi Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub Bottom Profiler (SBP), dan Magnetometer. Hasil studi menunjukkan MBES efektif memetakan batimetri dan topografi dasar laut, dengan kedalaman antara -7,4 hingga -34 meter. Analisis kemiringan menunjukkan variasi dari 0,001% hingga 96,936% dengan kemiringan ekstrim berada di dekat pesisir. Analisis sedimen dengan SSS menunjukkan dominasi sedimen lunak seluas 1.932.065 m², meningkatkan kerentanan pipa terhadap free span. SBP dan Magnetometer mengonfirmasi keberadaan pipa secara baik dengan contactnya yang linear pada pipa. Dari tiga pipa yang diteliti, ditemukan 4 titik free span, dengan free span terpanjang 84,65 meter dan tinggi maksimal 5,15 meter pada FS-01. Pipa 1 berisiko tinggi, dengan 27,45% mengalami free span dari total panjang pipa 420 meter dan pipa 3 sebagai pipa yang paling aman dengan tidak ditemukannya free span. Studi ini menekankan pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga keamanan distribusi minyak dan gas serta melindungi lingkungan laut.
Copyrights © 2025