Artikel ini membahas tentang pemberdayaan masyarakat Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, melalui penerapan konsep Smart Village dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 65 Universitas Islam Negeri Palopo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mendukung transformasi digital desa berbasis potensi lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan perangkat desa, pelaku UMKM, karang taruna, dan masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengenali dan mengoptimalkan aset yang dimiliki. Inovasi utama seperti penerapan sistem QR Maps pada fasilitas publik, pelatihan literasi digital, serta pendampingan promosi digital bagi pelaku UMKM berhasil memperkuat tata kelola desa dan ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan sosial berbasis kearifan lokal memperkuat solidaritas dan partisipasi warga. Sinergi antara teknologi digital dan nilai budaya lokal menunjukkan bahwa konsep Smart Village dapat diterapkan secara sederhana namun memberikan dampak nyata bagi kemandirian dan keberlanjutan pembangunan desa.
Copyrights © 2025