Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Asana melalui Transformasi Digital berbasis Smart Village masnur, Ilham; Nurul Jannah Azzahra; Aidil Ar Rasyid; Nisa Resky Putri; St. Rahmiana; Ichwan Zulkarnaen Taqwa; Geby; Taufik Nasir; Firda Yanti; Ridwan Babur Royen; Za’imah Nur Azizah; Muh. Ruslan Abdullah; Hisbullah Nurdin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kapasitas masyarakat melalui penerapan konsep Smart Village berbasis kearifan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan potensi dan aset lokal sebagai dasar transformasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan aparatur desa dalam penggunaan aplikasi administrasi, meningkatnya transparansi melalui Sistem Informasi Asana (SIA), serta bertambahnya literasi digital masyarakat dan pelaku usaha lokal. Nilai gotong royong tetap terjaga sebagai bagian dari integrasi teknologi dengan budaya lokal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LAUWO MELALUI PENDEKATAN SMART VILLAGE DAN KEARIFAN LOKAL BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) Nining Pitria; Irna; pageno, sukma; Nabila Assahra; Naswa Aulia; Nurul Azizah; Muhammad Qalbi; Muhammad Harun; Rathul Fadhel Pantan; Ernianti; Olivia Benni; Muh. Gilang Ramadhan; Muh. Ruslan Abdullah; Hisbullah Nurdin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemberdayaan masyarakat Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, melalui penerapan konsep Smart Village dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 65 Universitas Islam Negeri Palopo sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mendukung transformasi digital desa berbasis potensi lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melibatkan perangkat desa, pelaku UMKM, karang taruna, dan masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengenali dan mengoptimalkan aset yang dimiliki. Inovasi utama seperti penerapan sistem QR Maps pada fasilitas publik, pelatihan literasi digital, serta pendampingan promosi digital bagi pelaku UMKM berhasil memperkuat tata kelola desa dan ekonomi masyarakat. Selain itu, kegiatan sosial berbasis kearifan lokal memperkuat solidaritas dan partisipasi warga. Sinergi antara teknologi digital dan nilai budaya lokal menunjukkan bahwa konsep Smart Village dapat diterapkan secara sederhana namun memberikan dampak nyata bagi kemandirian dan keberlanjutan pembangunan desa.
DIGITALISASI DESA BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) DALAM MEWUJUDKAN SMART VILLAGE YANG BERKELANJUTAN: PRAKTIK PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI KKN DI DESA LAGEGO Afriani, Magfirah; M. Arian; Andi Akram Mirzyam; Andi Muh. Rifai; Muh. Ridwan; Muh. Zulqarnain; Nur Annisa Putri; Putri; Azhera; Febriani; Sandra A; Muh. Ruslan Abdullah; Hisbullah Nurdin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program KKN integratif berbasis Smart Village dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Lagego terbukti efektif dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif, efisien, dan berkelanjutan. Integrasi digitalisasi layanan publik dengan pemanfaatan aset sosial, budaya, dan kelembagaan lokal tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi desa, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat serta menjamin keberlanjutan program pasca-KKN. Model pengabdian ini menunjukkan bahwa transformasi menuju Smart Village dapat dilakukan secara adaptif tanpa mengabaikan kearifan dan identitas lokal, sehingga relevan untuk direplikasi di desa-desa lain.
DIGIDES-BASED SMART VILLAGE: A STUDY OF DIGITAL TRANSFORMATION IN BURAU VILLAGE GOVERNANCE Chafifah Nurun An-Nisa M; Maghfira, Suci; Syaiful Syahrir; Wanda Astian; Hasrianti; Mutiara; Nurhikmah; Alika Ramadhani; Amelia Saputri Ranta; Ahmad Aswar; Abid Al-dizzy; Muh. Ruslan Abdullah; Hisbullah Nurdin
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 5 (2025): Desember
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of a Smart Village concept based on local wisdom represents a strategic approach to fostering inclusive and sustainable digital transformation in village governance. This article aims to describe a community service program implementing a Smart Village through the use of Digital Village applications (Digides) in Burau Village, Burau Subdistrict, East Luwu Regency. The program adopted an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, emphasizing the optimization of existing local assets and community potential as the foundation for change. The methodology was carried out through several stages, including inculturation, asset mapping, participatory planning, program implementation, and reflection and evaluation. The results indicate that the adoption of Digides significantly improved administrative efficiency, transparency, and accountability, while also accelerating public service delivery. Furthermore, the development of visual communication media such as educational banners, informational signboards, and village infographics enhanced public information disclosure and community participation. The program also stimulated social transformation, reflected in increased digital literacy, active youth involvement as digital facilitators, and strengthened cross-social group collaboration. Overall, the integration of digital technology with local wisdom effectively reinforced community self-reliance and positioned Burau Village as a contextual, inclusive, and competitive model of Smart Village development.