Capung (Odonata spp.) merupakan kelompok serangga yang melimpah di Indonesia, berpotensi digunakan sebagai bioindikator keseimbangan ekosistem karena sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi jenis capung di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo sekitar Bumi Perkemahan Kea-Kea. Penelitian dilakukan menggunakan teknik observasi lapangan melalui penjelajahan di sekitar aliran sungai dan area hutan. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’), indeks kemerataan (E’), dan indeks dominansi (D’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis capung. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di sekitar aliran sungai sebesar 1,14, sedangkan di area hutan sebesar 0,88; kedua nilai tersebut tergolong dalam kategori keanekaragaman rendah (H’ ≤ 2). Indeks kemerataan (E’) di sekitar aliran sungai sebesar 0,48 dan di area hutan sebesar 0,45, menunjukkan bahwa komunitas capung pada kedua habitat tergolong komunitas tertekan (0 < E’ ≤ 0,5). Nilai indeks dominansi (D’) capung di sekitar aliran sungai sebesar 0,46 dan termasuk dalam kategori dominansi rendah (0 < D’ ≤ 0,5), sedangkan di area hutan nilai indeks dominansi sebesar 0,62 dan tergolong dalam kategori dominansi sedang (0,5 < D’ ≤ 0,75). Perbedaan nilai indeks tersebut menunjukkan bahwa kondisi habitat berpengaruh terhadap struktur komunitas capung, terutama terkait ketersediaan air dan karakteristik lingkungan perairan.
Copyrights © 2025