Perubahan sosial dan teknologi telah menggeser cara masyarakat Muslim memahami Al-Qur’an dari kajian mendalam menuju pemahaman instan berbasis media sosial, sehingga tradisi membaca tafsir klasik di pedesaan mulai menurun. Program pengabdian ini bertujuan merevitalisasi tradisi tafsir dan memperkuat literasi Al-Qur’an masyarakat melalui kajian kitab Tafsir al-Syawi di Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan community-based religious education melalui teknik talaqqī wa syarḥ. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pengajian rutin, diskusi reflektif, dan pendampingan kontekstual. Hasil menunjukkan peningkatan minat terhadap kajian tafsir, kemampuan memahami makna ayat secara kontekstual, serta tumbuhnya kesadaran religius dan etika sosial. Masyarakat tidak lagi memaknai Al-Qur’an secara literal, tetapi mulai memahami pesan moralnya melalui perspektif tafsir klasik. Program ini membuktikan bahwa penguatan literasi Qur’ani berbasis komunitas desa efektif dalam menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam.
Copyrights © 2025