Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi kompleksitas pengambilan keputusan klinis. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kritis mahasiswa masih beragam antar negara dan dipengaruhi oleh kurikulum serta metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat berpikir kritis mahasiswa keperawatan di Institusi Pendidikan Keperawatan Swasta di Pekanbaru, Riau. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain deskriptif dengan jumlah 262 orang yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengukuran kemampuan berpikir kritis dilakukan menggunakan instrumen Nursing Critical Thinking in Clinical Practice Questionnaire (N-CT-4) yang memiliki validitas isi sangat baik (CVI = 0,95) dan reliabilitas sangat tinggi (Cronbach’s alpha = 0,96). Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat kemampuan berpikir kritis. Rata-rata usia responden adalah 20,31 tahun, dengan hampir seluruhnya berjenis kelamin perempuan dan berada pada tingkat pendidikan semester 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang (44,3%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa masih perlu didorong untuk mencapai level berpikir kritis yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan di institusi tersebut berada pada tingkat sedang.
Copyrights © 2024