Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen segar secara makroskopis dan mikroskopis dengan frekuensi penampungan seminggu satu kali dan seminggu dua kali. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Dusun Glantik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Materi penelitian yang digunakan adalah pejantan sapi Simmental. Data penelitian dianalisis menggunakan uji T-test pada taraf 5% dengan 2 perlakuan (P1= penampungan 1 kali seminggu, P2= penampungan 2 kali seminggu) dan 16 ulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah evaluasi secara makroskopis yang meliputi volume semen dan evaluasi secara mikroskopis yang meliputi konsentrasi, motilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil penelitian tersebut dianalisis menggunakan uji T-test dan didapatkan perbedaan yang signifikan rata-rata dua kelompok sampel yang dibandingkan. Disimpulkan bahwa frekuensi penampungan seminggu sekali dapat menghasilkan kualitas semen segar yang lebih baik disbanding dengan frekuensi penampungan seminggu dua kali.
Copyrights © 2025