Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kognitif anak tunagrahita kategori mampu didik di SLB Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita kategori mampu didik mengalami keterbatasan dalam berpikir abstrak, konsentrasi, dan daya ingat, sehingga pembelajaran dilakukan secara individual dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Guru menerapkan diferensiasi tingkat kesulitan dalam pembelajaran, tugas, serta tes untuk memenuhi kebutuhan siswa secara inklusif dan adaptif. Penggunaan media konkret, pengulangan materi, serta penataan lingkungan belajar menjadi faktor utama yang mendukung perkembangan kognitif anak tunagrahita mampu didik. Kata kunci: Anak Tunagrahita, Kognitif, Mampu Didik
Copyrights © 2025