Keselamatan pasien merupakan elemen kunci dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator mutu rumah sakit. Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepemimpinan, sumber daya manusia, kerja tim, komunikasi, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SKP di Rumah Sakit Umum Bandung Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 perawat sebagai responden. Data dianalisis melalui uji univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan D3, dan menilai kebijakan SKP dalam kategori “cukup”. Hasil bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p = 0,047), komunikasi (p = 0,000), dan kebijakan (p = 0,002) memiliki hubungan signifikan terhadap implementasi SKP. Sementara itu, sumber daya manusia (p = 1,000) dan kerja tim (p = 0,051) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat memperkuat temuan ini, di mana hanya komunikasi (p = 0,001; Exp(B) = 105,776) dan kebijakan (p = 0,003; Exp(B) = 0.021) yang berpengaruh signifikan, dengan komunikasi menjadi faktor paling dominan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SKP sangat bergantung pada efektivitas komunikasi dan kebijakan yang jelas serta terstruktur. Rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem komunikasi internal dan memastikan kebijakan keselamatan pasien diterapkan secara konsisten untuk meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien
Copyrights © 2025