Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Apoptosis Sel-sel Spermatogenik Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Pajanan Plumbum (Pb)Serta Perbaikannya Setelah Pemberian Kitosan Thomson Parluhutan Nadapdap
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Biosains
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v1i2.2784

Abstract

Programmed cell death (apoptosis) of white rat spermatogenic cells can be caused by several factors, including heavy metals such as Cu, Au, Hg, Cd and Pb. The heavy metals found in industrial environments and some public places such as highways and oil pump. This study aims to reduce the negative effects of Pb by using chitosan obtained from shrimp shell processing of the garbage discarded in some shrimp producing areas. This study is divided into six treatment groups K1 = control; K2 = Pb; P1 = Pb+chitosan 0.5%; P2 = Pb = 0.75% chitosan, P3 = Pb+chitosan 1%, P4 = Pb+chitosan 1%. The results showed that administration of Pb causes apoptosis in spermatogenic cells (spermatogonia 78.26%; 84.7% spermatocytes, 77.1% spermatocytes). The addition of 1% chitosan is the best fix apoptotic spermatogenic cells after administration of Pb (Plumbum acetate). Keywords: apoptosis, cells spermatogenic, plumbum, chitosan.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI SASARAN KESELAMATAN PASIEN Fauzi, Muhammad Dahlan; Deli Theo; Nur Aini; Arifah Devi Fitriani; Thomson Parluhutan Nadapdap
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/2rkqw789

Abstract

Keselamatan pasien merupakan elemen kunci dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator mutu rumah sakit. Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepemimpinan, sumber daya manusia, kerja tim, komunikasi, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SKP di Rumah Sakit Umum Bandung Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 perawat sebagai responden. Data dianalisis melalui uji univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan D3, dan menilai kebijakan SKP dalam kategori “cukup”. Hasil bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p = 0,047), komunikasi (p = 0,000), dan kebijakan (p = 0,002) memiliki hubungan signifikan terhadap implementasi SKP. Sementara itu, sumber daya manusia (p = 1,000) dan kerja tim (p = 0,051) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat memperkuat temuan ini, di mana hanya komunikasi (p = 0,001; Exp(B) = 105,776) dan kebijakan (p = 0,003; Exp(B) = 0.021) yang berpengaruh signifikan, dengan komunikasi menjadi faktor paling dominan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SKP sangat bergantung pada efektivitas komunikasi dan kebijakan yang jelas serta terstruktur. Rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem komunikasi internal dan memastikan kebijakan keselamatan pasien diterapkan secara konsisten untuk meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien