Pada bulan Juni 2023 terjadi longsoran di ruas jalan Nasional Malinau – Tanjung selor yang menyebabkan badan jalan terputus. Apabila sudah terjadi longsor, maka diperlukan penanganan perkuatan lereng yang dapat berupa konstruksi dinding penahan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap lereng yang sudah longsor guna menentukan tipe penanganan yang tepat. Untuk mengetahui parameter tanah pada kondisi kritis (SF ≤ 1), digunakan analisis balik dengan bantuan program Plaxis 2D. Dari hasil perhitungan didapat nilai faktor keamanan pada kondisi awal sebelum terjadi longsor sebesar 1,507. Nilai tersebut diperoleh dengan memodelkan kondisi lereng dengan kontur asli dan nilai parameter tanah sesuai yang didapat pada saat penyelidikan tanah, yaitu kohesi (c) =17,29 Kn/M2 dan sudut geser ( θ)=20,20. Nilai faktor keamanan pada saat longsor sebesar 1,043 diperoleh dengan analisis balik (back analisis). Dimana nilai nilai parameter tanah sesuai hasil back analisis sebesar, kohesi (c) =12,64 Kn/M2 dan sudut geser ( θ)=3,00 . Factor keamanan lereng dengan menggunakan konstruksi bored pile kombinasi dengan geotextile sebesar sebesar 1,53
Copyrights © 2025