ABSTRAKPertunjukan musik di kafe kerap diposisikan sebagai musik latar yang bersifat dekoratif, sehingga pengalaman sadar pengunjung terhadap musik jarang dikaji. Akibatnya, relasi antara musik, tubuh, ruang, dan interaksi sosial di ruang kafe, khususnya dalam konteks genre reggae, masih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini berpijak pada kajian pengalaman musikal yang memandang musik sebagai praktik yang dialami secara embodied melalui tubuh, ruang, dan relasi sosial. Musik dipahami sebagai medium pembentuk suasana emosional, orientasi tubuh, dan kebersamaan di ruang publik. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana pengunjung mengalami dan memaknai musik reggae dalam program Reggae Night di Till Drop Bar & Resto, Prawirotaman, Yogyakarta, serta bagaimana unsur musikalnya membentuk suasana emosional dan sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima pengunjung, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik reggae mengubah persepsi pengunjung terhadap ruang Till Drop dari canggung menjadi santai, akrab, dan hidup. Respons muncul melalui gerak tubuh, perasaan rileks, bebas, bahagia, hingga nostalgik. Ritme santai, pola bass dominan, karakter instrumen, dan lagu familiar berperan membangun pengalaman emosional dan kebersamaan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa musik reggae di kafe berfungsi sebagai agen pembentuk pengalaman ruang, tubuh, dan relasi sosial, bukan sekadar musik latar.Kata kunci: musik reggae, pengalaman musikal, ruang kafe, fenomenologi ABSTRACTLive music performances in cafés are often positioned as decorative background music, causing visitors’ conscious musical experiences to receive little scholarly attention. As a result, the relationship between music, body, space, and social interaction in café settings—particularly within specific genres such as reggae—remains underexplored. This study draws on musical experience theory, which views music not merely as sound objects but as embodied practices experienced through the body, space, and social relations. Music is understood as a medium that shapes emotional atmosphere, bodily orientation, and togetherness in public spaces. This study aims to examine how visitors experience and interpret reggae music during the Reggae Night program at Till Drop Bar & Resto, Prawirotaman, Yogyakarta, and how its musical elements construct emotional and social atmospheres. A qualitative method with a descriptive phenomenological approach was employed. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving five visitors and were analyzed thematically. The findings indicate that reggae music transforms visitors’ perceptions of Till Drop’s space from awkward and crowded to relaxed, intimate, and lively. Responses emerge through bodily movements and feelings of relaxation, freedom, happiness, and, at times, nostalgia. The relaxed rhythm and tempo, dominant bass patterns, instrumental character, and familiar songs arranged in reggae style play important roles in shaping emotional experience and collective togetherness. This study confirms that reggae music in cafés functions as an agent that produces spatial, bodily, and social experience rather than merely serving as background music.Keywords: reggae music, musical experience, café space, phenomenology
Copyrights © 2025