Penelitian ini mengevaluasi pengaruh stimulasi termal dengan durasi yang berbeda terhadap perkembangan embrio hasil persilangan ayam Bangkok dan ayam layer strain Lohmann Brown yang meliputi panjang embrio, bobot dan persentase embrio, serta bobot dan persentase yolk sac. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur fertil yang didistribusikan secara acak pada percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan stimulasi termal. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: penetasan pada suhu standar tanpa stimulasi termal (kontrol), P1: penetasan dengan stimulasi termal selama 2 jam/hari, P2: penetasan dengan stimulasi termal selama 4 jam/hari, dan P3: penetasan dengan stimulasi termal selama 6 jam/hari. Suhu standar yang digunakan adalah 37,5 °C, sedangkan suhu penetasan pada saat stimulasi termal ditingkatkan menjadi 39,5 °C pada umur embrio 10-18 hari. Data dianalisis menggunakan analysis of variance. Stimulasi termal dengan durasi yang berbeda (0, 2, 4, dan 6 jam/hari) pada umur embrio 10-18 hari tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap panjang embrio, bobot dan persentase embrio, serta bobot dan persentase yolk sac. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stimulasi termal dapat diterapkan dengan aman tanpa mengganggu perkembangan embrio ayam persilangan.
Copyrights © 2025