Desa Tulus Besar, salah satu desa di Kabupaten Malang, memiliki potensi wisata budaya dan seni yang kaya terutama kesenian tari, Namun, penyelenggaraan event pertunjukan tari di desa ini masih menghadapi kendala, terutama dalam aspek manajemen dan profesionalitas. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Politeknik Negeri Malang melakukan pendampingan kepada para pegiat seni tari yang tergabung dalam Sanggar Tari Srikandi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola event pertunjukan tari secara sistematis dan berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat dan pengelola seni desa sebagai mitra aktif sejak tahap identifikasi permasalahan dalam penyelenggaraan event kesenian, perencanaan program pendampingan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan konsep manajemen event secara efektif dengan terselenggaranya pertunjukan seni tari. Kegiatan ini juga berhasil melibatkan masyarakat lokal melalui partisipasi UMKM dalam stand bazar yang turut memeriahkan acara. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan mampu meningkatkan profesionalitas pengelolaan event seni sehingga dapat menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perubahan sosial melalui event dan berpotensi menjadikan Desa Tulus Besar sebagai destinasi wisata budaya lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026