Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN BATIK DARI HASIL BUDIDAYA BUNGA TELANG (BUNTEL) MULYOREJO SEBAGAI PEWARNA ALAMI DI KELURAHAN MULYOREJO Mutia Devi Hidayati; Arief Rahmatulloh,; Luchis Rubianto; Pritantina Yuni Lestari
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 8 No 01 (2024): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v8.i01.a8527

Abstract

Kelurahan Mulyorejo merupakan kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Sukun, kota Malang dengan luas wilayah 2.75 km2. Saat ini, masyarakat Kelurahan Mulyorejo aktif dalam memanfaatkan barang ataupun lahan kosong yang ada pada wilayahnya dengan konsep urban farming. Salah satu urban farming yang dilakukan oleh warga Kelurahan Mulyorejo adalah budidaya bunga telang. Diversifikasi produk yang memiliki nilai jual tinggi dari hasil budidaya bunga telang belum dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat Kelurahan Mulyorejo untuk diberikan pelatihan keterampilan skill agar lebih memahami diverisifikasi produk bunga telang. Salah satu bentuk pelatihan keterampilan yang dapat diberikan kepada masyarakat adalah pembuatan batik berbasis bunga telang sebagai pewarna alami. Pewarna ini memiliki kelebihan yaitu warna bersifat lembut, memiliki nilai jual tinggi dan ramah lingkungan sesuai dengan konsep sustainable development goals yaitu clean water and sanitation. Selain itu, dalam pelatihan ini akan diperkenalkan cara kombinasi warna dari berbagai kombinasi pewarna alam berbasis bunga telang. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2023 dengan peserta sebanyak 8 peserta. Berdasarkan hasil kuisioner dapat diketahui bahwa nilai mean mencapai angka 3.88 dan nilai modus dari masing-masing pertanyaan adalah 4.0. Hal ini dapat diinformasikan bahwa peserta pelatihan paham, merasakan manfaat serta puas terhadap pelatihan pembuatan batik dengan pewarna alami berbasis bunga telang. Peserta pelatihan juga mendapatkan alat canting elektrik dari tim pengabdian yang dapat digunakan untuk memproduksi batik secara mandiri
Pendampingan Pengelolaan Event Kesenian Tari di Desa Tulusbesar Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dan Keberlanjutan Budaya Novitasari; Isnaini Nur Safitri; Candrika Citra; Pritantina Yuni Lestari; Ardian Wahyu Setiawan
Khidmah Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Februari 2026 (In Progress)
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/bew4xq57

Abstract

Desa Tulus Besar, salah satu desa di Kabupaten Malang, memiliki potensi wisata budaya dan seni yang kaya terutama kesenian tari, Namun, penyelenggaraan event pertunjukan tari di desa ini masih menghadapi kendala, terutama dalam aspek manajemen dan profesionalitas. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Politeknik Negeri Malang melakukan pendampingan kepada para pegiat seni tari yang tergabung dalam Sanggar Tari Srikandi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola event pertunjukan tari secara sistematis dan berkelanjutan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat dan pengelola seni desa sebagai mitra aktif sejak tahap identifikasi permasalahan dalam penyelenggaraan event kesenian, perencanaan program pendampingan, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menerapkan konsep manajemen event secara efektif dengan terselenggaranya pertunjukan seni tari. Kegiatan ini juga berhasil melibatkan masyarakat lokal melalui partisipasi UMKM dalam stand bazar yang turut memeriahkan acara. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan mampu meningkatkan profesionalitas pengelolaan event seni sehingga dapat menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perubahan sosial melalui event dan berpotensi menjadikan Desa Tulus Besar sebagai destinasi wisata budaya lokal yang berkelanjutan.