Letusan Gunung Marapi di Sumatra Barat pada 3 Desember 2023 menghasilkan emisi SO₂ yang berpotensi merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dispersi SO₂ akibat letusan tersebut menggunakan model WRF-Chem dengan mempertimbangkan faktor meteorologi. Data meteorologi global FNL dengan resolusi 0,25° x 0,25° digunakan sebagai masukan model, sedangkan validasi dilakukan menggunakan data observasi dari Stasiun GAW Bukit Koto Tabang. Proses simulasi menggunakan parameterisasi RADM2 untuk kimia gas dan YSU untuk planetary boundary layer. Hasil simulasi menunjukkan pola temporal dan spasial yang cukup baik, meskipun dengan nilai korelasi rendah untuk SO₂ (rata-rata 0,175), serta nilai MAE sebesar 1,296 dan RMSE sebesar 3,416 yang menunjukkan kecenderungan underestimate dibandingkan dengan observasi. Sebaliknya, parameter meteorologi khususnya suhu permukaan menunjukkan korelasi yang sangat kuat. Implikasi penelitian ini adalah perlunya validasi hasil model secara lebih komprehensif dengan menambahkan titik observasi untuk evaluasi yang lebih akurat. Selain itu, penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pemilihan skema parameterisasi optimal untuk meningkatkan akurasi simulasi dispersi SO₂ secara signifikan
Copyrights © 2026