Pasir putih atau pasir kuarsa merupakan material mineral berbutir halus dengan kandungan silika (SiO₂) tinggi yang memiliki karakteristik fisis dan kimia unggul untuk diaplikasikan pada konstruksi, khususnya sebagai agregat halus dalam campuran beton. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta performa teknis pasir kuarsa sebagai substitusi parsial maupun total terhadap agregat halus konvensional melalui telaah sistematis terhadap literatur nasional dan internasional. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa penggunaan pasir kuarsa mampu meningkatkan kekuatan tekan, ketahanan aus, dan densitas beton, serta mengurangi porositas apabila dikombinasikan dengan desain campuran yang tepat dan kontrol kadar impurities organik. Penggunaan aditif tertentu seperti superplasticizer dan silica fume ditemukan dapat memperbaiki workability sehingga beton tetap memenuhi syarat kemudahan pengerjaan meski kandungan pasir kuarsa tinggi. Selain aspek teknis, pemanfaatan pasir kuarsa sebagai material alternatif juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi ekonomi konstruksi dengan menekan kebutuhan transportasi material konvensional dan memperkuat kemandirian pasokan material lokal. Namun, optimalisasi pemanfaatannya masih memerlukan kajian keberlanjutan terkait dampak lingkungan penambangan, risiko reaksi alkali–silika jangka panjang, dan pengembangan standar teknis nasional yang lebih spesifik untuk material pasir kuarsa sebagai agregat konstruksi. Secara keseluruhan, temuan kajian ini menegaskan bahwa pasir putih/pasir kuarsa memiliki prospek besar sebagai material agregat halus dalam konstruksi beton yang unggul, ekonomis, dan berorientasi keberlanjutan, sehingga layak untuk ditingkatkan penggunaannya melalui riset lanjutan, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan sektor konstruksi.
Copyrights © 2025