IMKM Tenun Wan Atiqah merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan tekstil di Kota Dumai. Permasalahan awal yang dihadapi adalah jarak antar stasiun kerja yang terlalu jauh, alur perpindahan material yang tidak teratur, serta penempatan mesin yang kurang strategis sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan tata letak yang lebih sistematis dan efisien agar proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan mendukung peningkatan produktivitas. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian perbaikan tata letak pada IMKM Tenun Wan Atiqah dengan pendekatan SLP dan metode grafik sebagai metode analisis untuk menghasilkan alternatif tata letak yang lebih efisien. Penggunaan metode ini digunakan untuk membandingkan alternatif tata letak yang dapat meminimalkan jarak perpindahan material. Dengan tata letak yang lebih eifisien, diharapkan mampu meminimalkan luas area yang terbuang sia-sia, alur produksi menjadi lebih tertata, dan kapasitas produksi lebih tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif layout yang terpilih adalah layout dengan jarak perpindahan terkecil yaitu layout dengan pendekatan SLP sebesar 407,5 meter. Sementara itu, layout dengan metode grafik menghasilkan jarak total sebesar 516,2 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa metode SLP lebih efektif dalam meminimalkan perpindahan material dan menciptakan alur produksi yang lebih efisien.
Copyrights © 2025