Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi berkontribusi terhadap tingginya masalah gizi di Indonesia, termasuk di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi remaja melalui edukasi pangan lokal dengan media pempek fortifikasi beta-karoten di Pondok Pesantren Amalul Khoir. Kegiatan meliputi pembuatan pempek fortifikasi wortel, uji organoleptik, penyuluhan gizi, demonstrasi pengolahan, serta evaluasi pretest–posttest. Hasil uji organoleptik berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa fortifikasi wortel 10% merupakan formulasi paling disukai, terutama pada parameter warna (4,04), aroma (4,44), rasa (4,44), dan tekstur (3,88). Evaluasi pengetahuan terhadap 15 siswa menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai pretest 59,33 menjadi 75,33 pada posttest. Uji t-berpasangan menghasilkan t-hitung 5,37 (p < 0,01), menandakan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan. Program ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap kualitas pangan bergizi. Model kegiatan ini berpotensi diterapkan lebih luas sebagai pendekatan edukasi gizi yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai budaya lokal.
Copyrights © 2026