Garut merupakan salah satu kabupaten penghasil pertanian dengan potensi budidaya jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Namun, petani jamur di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, masih menghadapi kendala produksi, seperti hasil panen yang belum optimal, kualitas jamur yang mudah basah, serta rendahnya penerapan prosedur budidaya yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan praktik budidaya petani melalui edukasi partisipatif dan praktik langsung, terutama terkait pemanfaatan air leri dan air beras serbuk sebagai sumber nutrisi tambahan pada baglog. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan teknis di kumbung jamur. Hasil valuasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani, di mana kategori cukup meningkat dari 30% menjadi 65%, kategori tahu dari 7% menjadi 35%, dan kategori sangat tahu dari 3% menjadi 20%, sementara kategori rendah mengalami penurunan tajam. Program ini berhasil mendorong perbaikan teknik budidaya, pemenuhan persyaratan tumbuh, serta adopsi aplikasi nutrisi tambahan. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas produksi jamur secara berkelanjutan serta menjadi dasar pelaksanaan program pengabdian lanjutan.
Copyrights © 2026