Pengabdian masyarakat ini difokuskan pada penyelesaian isu degradasi kesuburan lahan serta minimnya pemanfaatan teknologi di antara petani bunga krisan di Desa Tutur, Kabupaten Pasuruan. Permasalahan utama mencakup ketergantungan berlebih pada pupuk sintetik, pengairan manual yang boros, serta keterbatasan jangkauan pasar. Pendekatan yang diterapkan adalah Participatory Action Research(PAR) melalui serangkaian tahap, termasuk identifikasi kebutuhan Masyarakat melalui Focus Group Discussion(FGD), penyusunan melalui modul pelatihan, implementasi IoT sensor berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pemantauan tanah dan pengairan otomatis, serta pengembangan platform digital untuk branding produk lokal. Hasil utama menunjukkan peningkatan pemahaman petani mencapai 75%, penurunan penggunaan pupuk kimia hingga 30%, serta kenaikan aktivitas penjualan online hingga 70%. Secara keseluruhan, inisiatif ini berhasil meningkatkan ketahanan ekonomi keberlanjutan, dengan prospek penyebaran ke wilayah lain untuk mendukung pertanian presisi di indonesia.
Copyrights © 2026