Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Work Quality, Work Environment on Employee Performance moderated Work Relationship Strategy Fauziyah, Rizka; Rianto Rahadi, Dedi; Cheza Isyra Raisya, Athaya
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 15 No. 2 (2024): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/coopetition.v15i2.4352

Abstract

This study was conducted to observe the effect of work quality and work environment on employee performance moderated by work relationship strategies. The research method uses a quantitative approach using Smart-PLS 3 as a data processor and the object under study is company employees as many as 150 samples. Existing data is evaluated using relevant statistical analysis. The results of the study state if work quality, and work environment have an impact on employee performance moderated by the employment relationship strategy. The study results show that Work Quality has a significant effect on Employee Performance, Work Environment has no significant effect on Employee Performance, Work Relationship Strategy moderates the effect of Work Quality on Employee Performance, Work Relationship Strategy does not moderate the effect of Work Environment on Employee Performance, and Work Relationship Strategy has a significant effect on Employee Performance. Thus, it can be concluded that employee performance is not significantly influenced by the work environment and that the Work Relationship Strategy does not reduce how the workplace affects workers' performance. So companies can consider their work environment by providing a comfortable work environment
ANALISIS DEIKSIS PERSONA, TEMPAT, DAN WAKTU PADA CERPEN “CINTA TAK ADA MATI” KARYA EKA KURNIAWAN Nufus, Siti Hayati; Fauziyah, Rizka
Jurnal Bindo Sastra Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Bindo Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbs.v8i2.9038

Abstract

Penggunaan deiksis sering kali ditemukan dalam karya sastra seperti cerpen. Pemahaman terkait salah satu aspek semantik ini penting karena penggunaan deiksis berfungsi dalam membangun cerita dan memberikan perspektif baru tentang bagaimana sebuah cerita disampaikan pada pembaca. Dalam artikel ini, peneliti memakai penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki tujuan guna memaparkan bentuk penggunaan deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu dalam cerita pendek “Cinta Tak Ada Mati” karya Eka Kurniawan. Peneliti memilih teknik pengumpulan data berupa teknik baca-catat, dengan instrumen penelitian dalam bentuk kartu data. Data yang digunakan berupa kata atau kalimat dalam kutipan-kutipan cerita pendek tersebut yang memiliki unsur penggunaan deiksis persona, tempat dan waktu. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan data penggunaan deiksis persona, tempat, dan waktu sejumlah 874. Data tersebut terdiri dari 843 deiksis persona, 15 deiksis tempat, dan 16 deiksis waktu.
Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Kadar Sisa Pelarut dan Rendemen Total Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Fauziyah, Rizka; Widyasanti, Asri; Rosalinda, S
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman merambat dengan bunga berwarna ungu sebagai ciri utamanya. Warna bunga telang disebabkan adanya kandungan senyawa antosianin. Selain antosianin, bunga telang juga mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antibakteri. Cara untuk memperoleh kandungan senyawa bunga telang yaitu dengan ekstraksi. Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen menggunakan suatu pelarut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kadar sisa pelarut dan rendemen total dari proses ekstraksi menggunakan metode maserasi, microwave assisted extraction (MAE) dan ultrasonic assisted extraction (UAE) dengan pelarut etanol 96%. Bahan yang digunakan yaitu bunga telang berjenis double petal yang berasal dari lahan pertanian Ciparanje Unpad, Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium. Hasil dari penelitian ini yaitu kadar sisa pelarut 44,000% dan rendemen total 43,176% untuk maserasi, kadar sisa pelarut 47,000% dan rendemen total 69,218% untuk MAE serta kadar sisa pelarut 51,000% dan rendemen total 69,286% untuk UAE. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu metode ekstraksi dengan maserasi menghasilkan ekstrak bunga telang dengan kadar sisa pelarut terendah dan metode ekstraksi dengan UAE menghasilkan ekstrak bunga telang dengan rendemen total tertinggi.
Optimalisasi Kurikulum Merdeka: Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Aplikasi YouTube untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Fauziyah, Rizka; Nufus, Siti Hayati; Hilaliyah, Tatu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aplikasi YouTube dalam meningkatkan minat belajar peserta didik yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Media pembelajaran menggunakan aplikasi YouTube dapat membuat siswa antusias belajar, karena ada banyak konten yang menarik, inovatif, dan kreatif di dalamnya. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini ialah peserta didik yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Instrumen penelitian adalah kuesioner terbuka melalui Google Formulir. Sementara itu, data penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka memiliki pengaruh positif bagi peserta didik. Media pembelajaran ini membuat mereka termotivasi untuk belajar, karena YouTube memungkinkan mereka untuk mengakses materi pembelajaran di mana dan kapan saja, yang menunjukkan fleksibilitas sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka.
SURVEI AWAL PEMINATAN MASYARAKAT MENGENAI FACE MIST ALAMI BERBAHAN BUNGA TELANG: SURVEI AWAL PEMINATAN MASYARAKAT MENGENAI FACE MIST ALAMI BERBAHAN BUNGA TELANG Widyasanti, Asri; Fauziyah, Rizka
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.7

Abstract

Protokol kesehatan mengharuskan masyarakat menggunakan masker dalam segala aktivitas. Salah satu gangguan kulit yang muncul adalah mask-acne karena pemakaian masker secara terus-menerus. Salah satu cara untuk mengatasi mask-acne adalah melakukan penyegaran kulit dengan penyemprotan face mist. Face mist adalah produk perawatan berbentuk spray yang berfungsi untuk meningkatkan hidrasi lapisan terluar kulit. Pemakaian face mist juga menjadi salah satu trend di masa kini. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat penggunaan face mist. Bunga telang merupakan salah satu sumber antioksidan alami yang sangat kuat, berdasarkan kandungan bioaktifnya bunga telang berpotensi sebagai bahan dasar face mist. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data awal mengenai pengetahuan dan minat masyarakat terhadap face mist bunga telang di masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode survei online melalui kuesioner google form. Hasil survei dari 156 responden menunjukkan 49,4% responden didominasi oleh masyarakat yang berusia 15 – 20 tahun, dan 69,9% responden mengetahui manfaat face mist adalah untuk melembabkan kulit wajah. Terdapat 36,5% responden menyatakan sangat setuju face mist bunga telang dapat menjaga kelembaban wajah di saat pandemi setelah kita menggunakan masker wajah. Namun masih terdapat 51,9% responden yang menyatakan hal yang membuat kurang suka ketika menggunakan face mist adalah tidak praktis. Survei intensitas penggunaan face mist menunjukkan 38,5% responden menjawab tidak pernah menggunakan face mist. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait produk dan manfaat face mist berbahan bunga telang melalui media sosial instagram.
Rapid improvement of guttate psoriasis following inadequate response to prior systemic therapy using 311 nm narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy Fauziyah, Rizka; Soebono, Hardyanto; Budiyanto, Arief
Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences Vol 58 No 2 (2026)
Publisher : Published by Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/inajbcs.v58i2.27922

Abstract

Guttate psoriasis (GP) is a variant of psoriasis commonly affecting children and young adults, often triggered by infection. Although most cases respond to topical therapy, some patients show inadequate response to prior treatment. Narrowband ultraviolet B (NB-UVB) phototherapy is considered a safe and effective therapeutic option in such cases. A 12-year-old boy presented with multiple erythematous papules with fine scales distributed over the trunk and extremities. Laboratory findings revealed elevated antistreptolysin-O titers. Based on the clinical and histopathology features, the patient was diagnosed with GP. The patient had previously received low-dose methotrexate therapy (2.5 mg/week) for approximately six months with inadequate clinical response. NB-UVB phototherapy was initiated three times weekly with gradual dose escalation. Marked clinical improvement was observed after 18 sessions, achieving PASI90. NB-UVB phototherapy exerts therapeutic effects through immunomodulation and reduction of keratinocyte proliferation. The rapid response observed in this case may be related to lesion characteristics and the appropriate selection of therapy following subtherapeutic methotrexate dosing. Based on this case, it can be concluded that NB-UVB phototherapy may be an effective and well-tolerated treatment option for GP with inadequate response to prior therapy, particularly in pediatric patients.