Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja adsorpsi karbon magnetit sebagai adsorben ion Seng (Zn²⁺) dalam larutan berair menggunakan metode batch. Karbon magnetik dari tempurung kelapa dianalisa karakterisasi menggunakan FTIR dan SEM. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR mengonfirmasi keberhasilan pembentukan komposit melalui munculnya puncak serapan khas ikatan Fe-O pada bilangan gelombang di bawah 600 cm⁻¹. Selain itu, teridentifikasi gugus fungsi aktif hidroksil (O-H) dan karbonil (C=O) yang berperan sebagai situs aktif pengikatan logam. Analisis SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang berpori dengan distribusi partikel magnetit pada matriks karbon aktif, yang memberikan sifat pemisahan magnetik yang cepat. Adsorben karbon magnetit disintesis melalui teknik kopresipitasi dan diaplikasikan untuk menyisihkan ion Zn²⁺ dengan variasi konsentrasi awal 5, 15, dan 25 mg/L. Proses adsorpsi dilakukan pada suhu 25 °C dengan dosis adsorben 0,08 g dalam 100 mL larutan dan waktu kontak hingga 75 menit. Konsentrasi sisa Zn²⁺ dianalisis menggunakan instrumen flame Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) untuk menentukan efisiensi penyisihan (% removal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi adsorpsi meningkat seiring bertambahnya waktu kontak dan konsentrasi awal Zn²⁺. Pada waktu kontak 75 menit, persentase removal 90% untuk 25 mg/L. Peningkatan efisiensi adsorpsi pada konsentrasi yang lebih tinggi menunjukkan adanya pengaruh gradien konsentrasi sebagai gaya pendorong utama proses adsorpsi. Secara keseluruhan, karbon magnetit menunjukkan kinerja adsorpsi yang baik terhadap ion Zn²⁺ dan berpotensi diaplikasikan sebagai adsorben magnetik yang efektif dalam pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.
Copyrights © 2026