Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KEPRAKTISAN E-MODUL STEM-PJBL DITINJAU DARI RESPON SISWA PADA PEMBELAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA Daulay, Rabiah Afifah; Gurusinga, Dinda Natalisa Br.; Chandra, Yogi
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i1.11355

Abstract

Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) ke dalam pembelajaran merupakan salah satu strategi penting untuk memenuhi tuntutan pendidikan abad ke-21. Seiring dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran telah bergeser ke arah format digital, termasuk penggunaan e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons siswa terhadap penerapan e-modul berbasis STEM yang terintegrasi dengan model Project Based Learning (PjBL) pada materi kesetimbangan kimia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan sangat praktis dan cocok untuk diterapkan secara efektif dalam pembelajaran di kelas. Hal ini didukung oleh persentase respons siswa rata-rata di tiga kelas eksperimen: 93,15% (±1,198) di Kelas 1, 91,41% (±1,067) di Kelas 2, dan 90,32% (±3,890) di Kelas 3. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul STEM-PjBL yang dikembangkan mendukung pembelajaran yang bermakna dan mudah diakses, sekaligus mendorong keterlibatan siswa dan eksplorasi mandiri dalam memahami konsep kesetimbangan kimia.
Literature Review: Application of Gamification in Puzzle-Assisted Chemistry Learning on the Periodic System of Elements Daulay, Rabiah Afifah; Khairiansyah, Azli; Ramadhani, Abidah; Yurinda, Aisya; Marsyah, Aralia Putri; Chandra, Yogi
LAVOISIER: Chemistry Education Journal Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/lavoisier.v4i1.15010

Abstract

This research explores the use of gamification in chemistry education by incorporating puzzles into the study of the Periodic System of Elements. Gamification, which integrates game-like elements into non-gaming contexts, aims to boost students' motivation and improve their academic performance. In chemistry learning, gamification can transform the educational experience into a more engaging and stimulating one, particularly for challenging subjects like the Periodic System of Elements. Puzzles serve as a gamification tool that can enhance students' interest and facilitate a better understanding of complex chemistry concepts through interactive engagement. The study utilizes a literature review approach to gather and analyze various relevant articles, revealing that puzzle-based learning can enhance student participation, alleviate anxiety, and promote teamwork. The results suggest that employing gamification through puzzles not only deepens students' comprehension of fundamental chemical principles but also cultivates a favorable attitude towards learning chemistry. Consequently, the use of puzzles in gamification is recommended as a valuable and enjoyable educational strategy.
PENGARUH VARIASI MASSA BENTONIT DAN SUHU PEMANASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH SECARA FISIKA DAN KIMIA Maranggi, Isma Uly; Rahadianto, Wahyu Triaji; Chandra, Yogi; Sugesti, Heni
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v14i1.21731

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga dan industri yang berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan apabila digunakan kembali tanpa proses pemurnian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemurnian minyak jelantah menggunakan adsorben bentonit melalui metode penjernihan fisika dan kimia, dengan memvariasikan massa bentonit dan suhu pemanasan. Proses fisika dilakukan dengan adsorpsi menggunakan bentonit dalam variasi 1-7% b/v dan suhu 30-80°C, sedangkan proses kimia menggunakan reaksi esterifikasi dengan etanol dan asam sulfat pada suhu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemurnian fisika paling efektif pada suhu 80°C dan konsentrasi bentonit 5%, menghasilkan penurunan kadar asam lemak bebas (ALB) hingga 0,08%. Sementara itu, pemurnian kimia efektif menurunkan ALB hingga 0,18% pada suhu 80°C. Kedua metode mampu memperbaiki kejernihan dan menurunkan kadar ALB secara signifikan, namun belum sepenuhnya menghilangkan aroma bau tidak sedap. Penelitian ini menunjukkan bahwa bentonit merupakan adsorben yang efektif untuk pemurnian minyak jelantah, dan pemilihan kondisi operasi yang optimal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir.
Workshop Pengenalan Bahan Kimia Berbahaya dan Penanganannya di Laboratorium Kimia SMA Negeri 6 Tualang Sugesti, Heni; Chandra, Yogi; Yola Bertilsya Hendri; Lisa Legawati; Salma Liska
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.137

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan bahan kimia berbahaya dan keselamatan berkerja di laboratorium dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan saat praktikum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa serta guru mata pelajaran kimia terhadap bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya di laboratorium sekolah serta cara penanganannya yang cepat dan tepat. Workshop ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Tualang pada bulan April 2025 dengan melibatkan guru mata pelajaran Kimia dan siswa kelas XI sebanyak 38 orang. Metode yang digunakan meliputi tahapan persiapan dengan melakukan koordinasi awal dengan pihak sekolah untuk memperoleh informasi terkait kondisi laboratorium, penyampaian materi melalui presentasi interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi langsung mengenai identifikasi bahan kimia berbahaya, prosedur penyimpanan, penggunaan alat pelindung diri (APD), penanganan limbah dan simulasi ketika terjadi kecelakaan kerja di laboratorium serta tahapan evaluasi berupa observasi langsung dan pemberian kuesioner berupa pre test dan post test. Hasil dan kesimpulan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai klasifikasi-klasifikasi bahan kimia berbahaya, simbol bahaya, dan prosedur keselamatan kerja di laboratorium. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan signifikan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test dan kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah serta memperkuat kesiapan siswa dalam mengikuti praktikum kimia dengan lebih bertanggung jawab.
Implementasi Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pada Dinas Pertanian Dan Perkebunan Di Kabupaten Sintang Chandra, Yogi; Martoyo, Martoyo; Yohanes, Yulius
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i4.9013

Abstract

Writing a thesis in this study entitled: "Empowerment of State Civil Servants (ASN) in the Department of Agriculture, Fisheries and Food Security in Sintang Regency". The purpose of this study is to describe the implementation of apparatus empowerment in the Department of Agriculture, Fisheries and Food Security in Sintang Regency. This is to find out the factors that influence the empowerment of the State Civil Apparatus within the Department of Agriculture, Fisheries and Food Security in Sintang Regency. Research results In empowering the employee apparatus at the Department of Agriculture, Fisheries and Food Security, Sintang Regency, giving trust by the leadership in granting authority to subordinates is always used as the basis for carrying out tasks in the service environment so that employees with their obligations convey accountability in accordance with the program orientation specified in job description. Besides the authority given by the leadership is clear according to the mechanism that has been determined, besides that the provision of support by the leadership of the staff feels motivated because of the attention given by the superior so that the expected performance can be achieved. Capability of Civil Servants in the Department of Agriculture, Fisheries and District Food Security The hedgehog is low. This is due to the large number of staff shortages. Therefore, prioritizing placement in areas that are quite urgent. An adequate number of employees does not guarantee the smooth running of services aimed at the community if these employees do not understand the substance of their duties properly. Therefore, the delegation of authority must be based on needs by referring to the needs of each division in the service. The delegation of authority based on needs can foster empowerment so as to spur the morale of the employees concerned.
Literature Review: Application of Gamification in Puzzle-Assisted Chemistry Learning on the Periodic System of Elements Daulay, Rabiah Afifah; Khairiansyah, Azli; Ramadhani, Abidah; Yurinda, Aisya; Marsyah, Aralia Putri; Chandra, Yogi
LAVOISIER: Chemistry Education Journal Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/lavoisier.v4i1.15010

Abstract

This research explores the use of gamification in chemistry education by incorporating puzzles into the study of the Periodic System of Elements. Gamification, which integrates game-like elements into non-gaming contexts, aims to boost students' motivation and improve their academic performance. In chemistry learning, gamification can transform the educational experience into a more engaging and stimulating one, particularly for challenging subjects like the Periodic System of Elements. Puzzles serve as a gamification tool that can enhance students' interest and facilitate a better understanding of complex chemistry concepts through interactive engagement. The study utilizes a literature review approach to gather and analyze various relevant articles, revealing that puzzle-based learning can enhance student participation, alleviate anxiety, and promote teamwork. The results suggest that employing gamification through puzzles not only deepens students' comprehension of fundamental chemical principles but also cultivates a favorable attitude towards learning chemistry. Consequently, the use of puzzles in gamification is recommended as a valuable and enjoyable educational strategy.
PENGARUH PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM FOSFAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Sugesti, Heni; Prabowo, Agung; Hendri, Yola Berlistya; Wiranata, Arya; Chandra, Yogi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1236

Abstract

Minyak nyamplung memiliki potensi besar sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan trigliserida yang tinggi. Namun, tingginya kadar gum, fosfatida, air, dan asam lemak bebas (ALB) dapat menurunkan kualitas biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses degumming menggunakan asam fosfat terhadap parameter fisiko-kimia minyak nyamplung. Degumming dilakukan dengan variasi konsentrasi asam fosfat (0,1%, 0,3%, 0,5%) dan suhu pemanasan (60 °C dan 70 °C). Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, kadar air, dan kadar ALB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan degumming optimal pada konsentrasi asam fosfat 0,3% dan suhu 70 °C menghasilkan penurunan kadar ALB sebesar 66,7% dari 10,5% menjadi 3,1%, penurunan viskositas dari 52,4 cSt menjadi 42,3 cSt, dan pengurangan kadar air dari 0,47% menjadi 0,19%. Dengan demikian, proses degumming secara signifikan meningkatkan kualitas minyak nyamplung sebagai bahan baku biodiesel.
Pemanfaatan Karbon Magnetit dari Tempurung Kelapa sebagai Adsorben Ion Seng (II) dalam Larutan Artifisial Sugesti, Heni; Chandra, Yogi; Rahadianto, Wahyu Triaji
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i3.1532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja adsorpsi karbon magnetit sebagai adsorben ion Seng (Zn²⁺) dalam larutan berair menggunakan metode batch. Karbon magnetik dari tempurung kelapa dianalisa karakterisasi menggunakan FTIR dan SEM. Hasil karakterisasi menggunakan FTIR mengonfirmasi keberhasilan pembentukan komposit melalui munculnya puncak serapan khas ikatan Fe-O pada bilangan gelombang di bawah 600 cm⁻¹. Selain itu, teridentifikasi gugus fungsi aktif hidroksil (O-H) dan karbonil (C=O) yang berperan sebagai situs aktif pengikatan logam. Analisis SEM memperlihatkan morfologi permukaan yang berpori dengan distribusi partikel magnetit pada matriks karbon aktif, yang memberikan sifat pemisahan magnetik yang cepat. Adsorben karbon magnetit disintesis melalui teknik kopresipitasi dan diaplikasikan untuk menyisihkan ion Zn²⁺ dengan variasi konsentrasi awal 5, 15, dan 25 mg/L. Proses adsorpsi dilakukan pada suhu 25 °C dengan dosis adsorben 0,08 g dalam 100 mL larutan dan waktu kontak hingga 75 menit. Konsentrasi sisa Zn²⁺ dianalisis menggunakan instrumen flame Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) untuk menentukan efisiensi penyisihan (% removal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi adsorpsi meningkat seiring bertambahnya waktu kontak dan konsentrasi awal Zn²⁺. Pada waktu kontak 75 menit, persentase removal 90% untuk 25 mg/L. Peningkatan efisiensi adsorpsi pada konsentrasi yang lebih tinggi menunjukkan adanya pengaruh gradien konsentrasi sebagai gaya pendorong utama proses adsorpsi. Secara keseluruhan, karbon magnetit menunjukkan kinerja adsorpsi yang baik terhadap ion Zn²⁺ dan berpotensi diaplikasikan sebagai adsorben magnetik yang efektif dalam pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.
Adsorpsi ion Zn (II) dari Larutan Artifisial menggunakan Karbon Magnetik Berbasis Tempurung Kelapa Sugesti, Heni; Chandra, Yogi; Rahadianto, Wahyu Triaji
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan adsorben karbon-magnetik Fe3O4 dari limbah tempurung kelapa. Proses pembuatan adsorben melibatkan tiga langkah sistematis utama. Pertama, arang tempurung kelapa dikarbonisasi pada suhu 650°C. Kedua, aktivasi kimia menggunakan 12% H3PO4 secara efektif meningkatkan porositas dan memperluas luas permukaan material. Ketiga, sintesis komposit dilakukan melalui kopresipitasi, menghasilkan padatan komposit magnetik berwarna hitam. Karakterisasi morfologi permukaan dengan SEM menunjukkan struktur kasar dan berpori, yang mengkonfirmasi ketersediaan situs aktif yang tinggi untuk pengikatan polutan. Spektrum EDS menunjukkan keberadaan tiga unsur utama dalam material: 54,8% karbon (C), 29,3% oksigen (O), dan 15,9% besi (Fe). Pengujian kinerja dilakukan pada ion Zn(II) dengan berbagai konsentrasi awal (10, 20, dan 30 mg/L) dan waktu kontak hingga 75 menit. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas adsorpsi ion Zn(II) dan kemudahan pemisahan material menggunakan medan magnet eksternal. Hasil penelitian menunjukkan kinerja adsorpsi yang signifikan dengan efisiensi penghilangan tertinggi mencapai 90,1% pada konsentrasi awal 30 mg/L. Secara kinetik, proses adsorpsi sangat responsif pada fase awal antara 0 dan 25 menit, sebelum mencapai kesetimbangan dalam total waktu 75 menit. Kombinasi aktivasi kimia konsentrasi rendah dan penambatan magnetik ini telah terbukti menghasilkan adsorben yang tidak hanya efektif secara kuantitatif dalam menghilangkan polutan logam berat tetapi juga efisien dalam pemulihan material pasca-penggunaan.
Pemanfaatan Karbon Aktif dari Cangkang Kelapa Termodifikasi Fe₃O₄ sebagai Adsorben untuk Menurunkan Kadar Logam Seng (Zn2+) Limbah Cair Chandra, Yogi; Rahadianto, Wahyu Triaji; Sugesti, Heni
KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Katalis Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/katalis.v9i1.13631

Abstract

Environmental pollution originating from industrial waste, including waste containing heavy metals such as ions (Zn²⁺), is a serious concern due to its toxic nature, which can endanger human health. Efforts to treat heavy metal waste continue to be developed, one of which is through adsorption, which is considered efficient, inexpensive, and environmentally friendly. The use of composite-based materials, such as Fe3O4 and coconut shell activated carbon, offers great potential because it combines the magnetic properties of Fe3O4 and the surface area of activated carbon, thereby facilitating the separation process and increasing adsorption capacity. This study aims to evaluate the effectiveness of activated carbon derived from coconut shells and modified with Fe₃O₄ as an adsorbent to reduce the zinc ion (Zn²⁺) content in liquid waste. Activated carbon was modified with Fe₃O₄ to increase its adsorption capacity and facilitate the separation of the adsorbent after the process. Fe3O4-modified activated carbon was characterized using Scanning Electron Microscopy (SEM) to observe the surface morphology and texture, as well as to verify the success of the modification. The SEM characterization results showed changes in the surface structure of activated carbon after Fe3O4 modification. Adsorption tests were conducted in batches to determine the optimal contact time parameter. Contact time variations were tested to determine the adsorption kinetics (Zn²⁺). The results showed that Fe3O4-modified activated carbon had good adsorption performance for (Zn²⁺) ions, achieving a significant reduction in concentration. The optimal contact time for adsorption (Zn²⁺) was found to be 75 minutes, at which the adsorption efficiency (%) reached 90.1%. The conclusion of this study is that Fe3O4-modified coconut shell activated carbon is a potential, efficient, and environmentally friendly adsorbent for treating liquid waste contaminated with heavy metals (Zn²⁺).