Dalam menghadapi krisis lingkungan global pendekatan pendidikan yang mendorong tanggung jawab ekologis berbasis nilai sangat penting. Studi ini mengusulkan sebuah model untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keagamaan ke dalam pendidikan bahasa Inggris (ELE). Tujuan dari model ini adalah untuk menjembatani perbedaan antara peran pendidikan lingkungan yang praktis dan peran moral komunitas beragama. Kelas ELE dianggap cocok untuk meningkatkan literasi lingkungan yang dianggap sebagai kewajiban religius. Kerangka Literasi Lingkungan Berbasis Iman diciptakan melalui analisis tematik teks keagamaan dalam penelitian ini. Metode kualitatif berbasis desain digunakan dalam penelitian ini. Selanjutnya kerangka ini diubah menjadi materi pelajaran ELE seperti RPP dan tugas berbasis proyek. Potensi efektivitas integrasi ditunjukkan oleh analisis yang berasal dari penelitian sebelumnya bukan kerja lapangan. Siswa menunjukkan keinginan untuk bertindak dan rasa tanggung jawab yang lebih besar yang tercermin dalam gagasan seperti khalifah (kepemimpinan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan pendekatan sekuler semata etika dan narasi keagamaan dapat memberikan makna yang lebih mendalam bagi pendidikan lingkungan. Model ini menghubungkan pembelajaran bahasa dengan prinsip-prinsip lingkungan yang kuat yang tertanam dalam keyakinan keagamaan dan dapat direplikasi untuk mendorong pedagogi yang luas
Copyrights © 2025