Pendidikan merupakan mekanisme sistematis yang bertujuan mengoptimalkan potensi manusia melalui transmisi pengetahuan dan kompetensi lintas generasi. Dalam konteks rehabilitasi pembelajaran pasca-pandemi, implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek menjadi solusi strategis untuk mengatasi tantangan di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan aplikasi model proyek pada subjek IPAS kelas IV di SD Negeri 7 Pedungan Denpasar, menjelaskan implikasinya terhadap proses pembelajaran siswa, serta mengidentifikasi hambatan dan inisiatif yang dilakukan. Sekolah tersebut dipilih karena variasi siswa dan eksploitasi bahan recycle dalam proyek. Metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus digunakan, didasarkan pada teori konstruktivisme, humanistik, dan struktural fungsional. Informan dipilih via teknik purposive, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran proyek meningkatkan komprehensi konsep, motivasi intrinsik, dan partisipasi siswa. Siswa menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi, semangat yang besar, serta tanggung jawab dalam penyelesaian proyek. Akan tetapi, proses ini dihadapkan pada kendala seperti defisiensi waktu dan insufisiensi sumber daya. Guru mengatasi hal ini dengan mapping pemahaman siswa dan refleksi pembelajaran untuk menyesuaikan pendekatan yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2026