Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya internalisasi nilai Pancasila pada generasi muda akibat globalisasi dan budaya digital yang ditandai oleh fenomena FoMO, tren healing, dan self-improvement. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendekatan digital minimalism dalam pendidikan karakter sebagai upaya memperkuat internalisasi nilai Pancasila serta menelaah dampak budaya digital terhadap perilaku generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur dan wawancara pendukung dengan menganalisis sebanyak 29 artikel ilmiah sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Untuk menjaga keabsahan data dan informasi, kami melakukan perbandingan antar artikel dan sumber lain yang relavan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku digital yang berlebihan melemahkan disiplin, kerja sama, dan pengendalian diri pada generasi muda, sementara digital minimalism berkontribusi dalam meningkatkan regulasi diri dan konsistensi nilai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital berbasis Pancasila melalui pendidikan karakter diperlukan untuk merespons budaya digital secara bijak dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026