Mahasiswa semester awal merupakan kelompok yang rentan terhadap stres dan tekanan psikologis akibat tingginya beban akademik serta proses adaptasi terhadap lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan fisik terstruktur terhadap tingkat stres dan beban akademik mahasiswa di Institut Teknologi Sumatera. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sebanyak 120 mahasiswa dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti program latihan fisik intensitas ringan – sedang selama duabelas minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan kelompok kontrol menjalani aktivitas rutin tanpa intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan rerata skor beban akademik dari 72,4 ± 8,6 menjadi 64,1 ± 7,9 serta penurunan tingkat stres dari 21,6 ± 4,9 menjadi 15,2 ± 4,3. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan perubahan kecil pada beban akademik (71,8 ± 8,2 menjadi 70,5 ± 8,4) dan tingkat stres (21,1 ± 5,1 menjadi 20,3 ± 5,0). Temuan ini menunjukkan bahwa latihan fisik terstruktur efektif dalam menurunkan stres dan persepsi beban akademik mahasiswa semester awal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi latihan fisik sebagai strategi promotif kesehatan mental di perguruan tinggi.
Copyrights © 2025