Etika merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencakup berbagai nilai moral, salah satunya adalah sifat malu (ḥayā’). Sifat ini memiliki peran penting sebagai penjaga integritas moral dan spiritual seorang Muslim. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep sifat malu, serta mengevaluasi tafsir Buya Hamka terhadap ayat-ayat tersebut sebagaimana tercantum dalam Tafsir al-Azhar. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah tafsir tematik (maudhu’i) dengan metode kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengandung sejumlah nilai yang menekankan pentingnya rasa malu, baik dalam interaksi sosial, tata cara berpakaian, maupun dalam sikap seorang hamba terhadap Tuhannya. Buya Hamka, dalam tafsirnya, menekankan bahwa malu bukan semata-mata etika personal, melainkan mencerminkan dimensi sosial dan spiritual yang luas. Dengan memahami konsep etika malu dalam Al-Qur’an melalui perspektif Tafsir al-Azhar, diharapkan pembaca memperoleh pemahaman yang mendalam dan relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kontemporer yang cenderung mengabaikan nilai-nilai kesantunan dan adab.
Copyrights © 2026