Usaha produk cabai kering olahan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) KP menghadapi tantangan signifikan berupa ketiadaan strategi pengembangan bisnis yang teruji, terukur, dan komprehensif. Kondisi ini menimbulkan ambiguitas terkait optimalitas penetapan harga jual produk serta keberlanjutan margin keuntungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha bubuk cabai kering KWT KP. Inisiatif pengolahan cabai menjadi bubuk kering bertujuan meningkatkan nilai tambah produk, memperpanjang masa simpan, dan menstabilkan fluktuasi harga komoditas bagi UMKM. Analisis strategi dilakukan menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Analisis SWOT. Studi kasus yang dilakukan di Kelurahan Kaliawi, Kota Bandar Lampung, mengidentifikasi temuan finansial penting dimana total biaya produksi tercatat sebesar Rp 595.762 untuk 126 kemasan (30 gram), menetapkan HPP produk pada Rp 4.728 per kemasan. Hasil Analisis SWOT menunjukkan skor agregat IFAS 2,70 dan EFAS 3,10. Nilai ini menempatkan unit usaha KWT KP pada posisi Kuadran I (Strategi Agresif). Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi strategis yang paling tepat adalah Strategi S-O (Strength-Opportunity). Strategi ini menekankan pada penguatan dukungan dan fasilitasi dari pemerintah, optimalisasi pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan, dan ekspansi jaringan kemitraan strategis untuk mencapai daya saing dan skalabilitas yang lebih tinggi.
Copyrights © 2025