Keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa Indonesia menunjukkan tingkat yang masih rendah, meskipun memiliki signifikansi yang tinggi untuk pendidikan abad ke-21. Di sisi lain, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Base Learning - PBL) menunjukkan potensi yang besar, meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada konteks yang berbeda. Tinjauan Pustaka Sistematis (Systematic Literature Review - SLR) ini bertujuan untuk memaparkan hasil implementasi PBL, dampaknya terhadap pemikiran kritis, penerapannya di berbagai tingkatan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat studi tahun 2015-2025. Metode SLR memanfaatkan data dasar Google Scholar, ResearchGate, dan SINTA dengan kata kunci "berpikir kritis PBL", "implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah", dan "hambatan PBL", yang menghasilkan penyaringan 25 studi relevan dari total 90 artikel awal melalui protokol PRISMA. Temuan utama menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis di berbagai jenjang pendidikan, termasuk dasar, menengah pertama, kejuruan, dan tinggi. Proses ini berlangsung melalui tahap orientasi masalah dan kolaborasi, meskipun terdapat hambatan yang berasal dari keterbatasan waktu dan kesiapan guru. Implikasi praktisnya mencakup pelatihan guru yang mendalam dan penyesuaian kurikulum untuk memaksimalkan PBL dalam pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills - HOTS).
Copyrights © 2025