Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suku bunga BI Rate dan jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia pada periode 2019-2024 menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Uji stasioneritas menunjukkan bahwa seluruh variabel, yaitu inflasi, BI Rate, dan M2, stasioner pada diferensiasi pertama (I(1)) dengan p-value sebesar 0,0000; 0,0042; dan 0,0001 secara berurutan. Uji Johansen tidak menunjukkan adanya kointegrasi, namun melalui ARDL Bounds Testing ditemukan kointegrasi pada taraf 5% dengan nilai F-statistic 3.714840. Model ARDL terbaik berdasarkan AIC adalah ARDL (1,0,0). Hasil Error Correction Model (ECM) menunjukkan nilai Error Correction Term (ECT) negatif dan signifikan, sehingga terdapat mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Dalam jangka pendek, inflasi periode sebelumnya dan BI Rate berpengaruh signifikan, sedangkan M2 tidak signifikan. Dalam jangka panjang, BI Rate tetap signifikan, sementara M2 tidak berpengaruh. Seluruh pengujian asumsi klasik terpenuhi, model terbukti stabil berdasarkan CUSUM dan CUSUMSQ, dan hasil peramalan menunjukkan RMSE, MAE, MAP, dan Theil yang rendah. Penelitian ini menegaskan pentingnya instrumen suku bunga sebagai alat pengendalian inflasi di Indonesia. Penelitian ini mendukung peningkatan mekanisme transmisi moneter melalui penyesuaian suku bunga dan manajemen M2 untuk mencapai stabilisasi inflasi, dan menyarankan dimasukkannya variabel tambahan dalam penelitian selanjutnya untuk memastikan proses validasi yang lebih menyeluruh.
Copyrights © 2025