Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi akibat kondisi geografis dan geologisnya. Berbagai jenis bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan letusan gunung api kerap menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan, khususnya pada keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak risiko bencana alam terhadap proses pembelajaran siswa serta mengkaji strategi pengendalian risiko bencana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa bencana alam berdampak pada aspek akademik, psikologis, dan sosial siswa, yang ditandai dengan terjadinya learning loss, menurunnya motivasi belajar, serta munculnya trauma psikologis. Pengendalian risiko bencana dapat dilakukan melalui penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), integrasi pendidikan pengurangan risiko bencana dalam kurikulum, penguatan kepemimpinan sekolah, serta penyediaan dukungan psikososial pascabencana. Pengelolaan risiko bencana yang komprehensif diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pembelajaran dan meningkatkan ketangguhan sekolah terhadap bencana.
Copyrights © 2025