Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah berdampak signifikan terhadap perusahaan modern dengan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pengambilan keputusan, tetapi juga menimbulkan berbagai risiko teknologi yang memerlukan manajemen yang tepat. Studi ini menganalisis risiko yang muncul dalam implementasi AI, termasuk bias algoritmik dan kerentanan keamanan siber. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko teknologi, termasuk tata kelola AI, audit algoritmik, model transparansi, dan penguatan keamanan data, merupakan langkah krusial untuk memastikan implementasi AI yang aman dan bertanggung jawab. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan seperti pengembang, manajer risiko, regulator, dan pengguna akhir dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan. Temuan studi juga menegaskan perlunya organisasi menerapkan pendekatan proaktif melalui kepatuhan terhadap standar internasional serta evaluasi etis secara berkala guna mengurangi dampak negatif dan meningkatkan akurasi sistem. Dengan mengintegrasikan strategi mitigasi risiko secara komprehensif, perusahaan dapat mengoptimalkan manfaat AI sekaligus menjaga kepercayaan pengguna, meningkatkan ketahanan digital, dan memperkuat daya saing bisnis di era teknologi yang semakin kompleks.
Copyrights © 2025