Susu segar merupakan komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan industri pengolahan susu di Indonesia. Namun, produksinya mengalami guncangan signifikan, terutama pasca-wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2022 yang berdampak pada penurunan populasi sapi perah. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan memprediksi produksi susu segar Indonesia periode 2000–2024 menggunakan pendekatan runtun waktu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data tahunan (N=25) dianalisis melalui Uji Akar Unit Augmented Dickey-Fuller (ADF) untuk menguji kestasioneran data serta pemilihan model terbaik berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC). Hasil pengujian menunjukkan data stasioner pada diferensiasi tingkat pertama (I(1)). Model terbaik yang diperoleh adalah ARIMA(0,1,1) dengan nilai AIC terendah sebesar 25,31675. Hasil peramalan menunjukkan produksi susu segar nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 792.479,30 ton, mengindikasikan tren stagnasi dan pemulihan sangat lambat dibandingkan tingkat produksi pra-PMK. Temuan ini menegaskan urgensi kebijakan pemerintah yang lebih agresif, khususnya melalui percepatan restocking sapi perah nasional dan penguatan sistem peternakan.
Copyrights © 2025