Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH Saiful Arif; Julia Eka Firmanda; Nadhirotul Jannah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.433

Abstract

Kebijakan moneter Islam merupakan pendekatan yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah dalam pengaturan sistem keuangan. Bank sentral memegang peran sentral dalam menerapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan prinsip-prinsip ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam. Melalui analisis literatur, penelitian ini menyajikan pemahaman mendalam tentang bagaimana bank sentral dapat beroperasi dalam kerangka syariah, termasuk penggunaan instrumen-instrumen kebijakan yang halal dan mematuhi prinsip keadilan ekonomi. Diskusi juga mencakup konsep-konsep seperti kestabilan nilai mata uang, distribusi pendapatan yang adil, dan pengendalian inflasi yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, artikel ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bank sentral dalam menerapkan kebijakan moneter Islam, termasuk ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan membangun kerangka pengawasan yang sesuai. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat membantu pemerintah dan praktisi keuangan untuk mengembangkan sistem keuangan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Historical Analysis and Impact of Islamic Socio-Political Developments During the Abbasid Period Refani Nafi Sara; Nadhirotul Jannah; Noer Cahya Khoirony; Mashudi
Al-Iffah: Journal of Islamic Sciences Research Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/iffah.v1i1.5

Abstract

The chronicles of the Islamic dominion commenced following the passing of Prophet Muhammad SAW in the year 632 AD. and the presence of Khalfur Rasidin, the Umayyad and Abbasid dynasties. On the other hand, the Mamluk dynasty in Egypt and the great kingdoms of Turkey, Iran, and India remained strong. Third, modern Islamic movements such as the Wahhabi movement are pure reformist movements (Salafiyyah). This inquiry endeavors to delve into the intricate social fabric of Islamic communities and the dynamics of social mobility within them. The approach employed in this study is qualitative, utilizing the method of literature review. Research shows that during the Abbasid period, support for Arabs as a ruling class declined, providing opportunities for all groups to advance in social status.
PERKEMBANGAN PRODUK KOSMETIK  HALAL DALAM TREND KECANTIKAN WANITA INDONESIA Rania Ningsih; Vifin Nadzary A; Nadhirotul Jannah; Kholilur Rohman; Muhammad Ersya Faraby
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jw9zkn69

Abstract

Perkembangan industri kosmetik halal di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan seiring dengan bertambahnya kesadaran wanita Muslim terhadap pentingnya penggunaan produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Dalam konteks ini, label halal menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian, karena dianggap mampu memberikan jaminan keamanan, kehalalan, dan kualitas produk. Tren kecantikan modern yang mengintegrasikan nilai kehalalan, thayyib, serta keberlanjutan mendorong konsumen Muslim untuk memilih merek kosmetik halal lokal, seperti Wardah dan Emina, yang dinilai mampu memadukan aspek estetika dan nilai religius. Meskipun demikian, kajian empiris yang secara khusus mengaitkan peran label halal terhadap niat pembelian kosmetik pada wanita Muslim di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan produk kosmetik halal dalam tren kecantikan wanita Indonesia serta menganalisis pengaruh label halal terhadap niat pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa label halal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian kosmetik pada wanita Muslim Indonesia. Pengaruh tersebut diperkuat oleh sikap positif konsumen, norma sosial, serta persepsi kontrol perilaku. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya label halal sebagai strategi pemasaran berbasis syariah untuk meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen, sekaligus mendorong inovasi produk kosmetik yang selaras antara nilai keindahan, etika, dan religiusitas.
APLIKASI MODEL ARIMA UNTUK PERAMALAN PRODUKSI SUSU SEGAR: STUDI KASUS DATA NASIONAL INDONESIA TAHUN 2000–2024 Devah Sukmawati; Julia Eka Firmanda; Najmi Maulita Amaliya; Kamelia Khasanah; Nadhirotul Jannah; Achmad Budi Susetyo
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7d0zgk81

Abstract

Susu segar merupakan komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan industri pengolahan susu di Indonesia. Namun, produksinya mengalami guncangan signifikan, terutama pasca-wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahun 2022 yang berdampak pada penurunan populasi sapi perah. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan memprediksi produksi susu segar Indonesia periode 2000–2024 menggunakan pendekatan runtun waktu Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data tahunan (N=25) dianalisis melalui Uji Akar Unit Augmented Dickey-Fuller (ADF) untuk menguji kestasioneran data serta pemilihan model terbaik berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC). Hasil pengujian menunjukkan data stasioner pada diferensiasi tingkat pertama (I(1)). Model terbaik yang diperoleh adalah ARIMA(0,1,1) dengan nilai AIC terendah sebesar 25,31675. Hasil peramalan menunjukkan produksi susu segar nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 792.479,30 ton, mengindikasikan tren stagnasi dan pemulihan sangat lambat dibandingkan tingkat produksi pra-PMK. Temuan ini menegaskan urgensi kebijakan pemerintah yang lebih agresif, khususnya melalui percepatan restocking sapi perah nasional dan penguatan sistem peternakan.