Stres merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern dan berpotensi memengaruhi kesejahteraan individu secara fisik, psikologis, dan sosial. Tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta dinamika sosial yang semakin kompleks sering kali menjadi sumber stres berkepanjangan yang dapat menurunkan produktivitas, kestabilan emosi, dan kualitas hidup. Dalam perspektif psikologi manajemen, stres tidak hanya dipandang sebagai respons psikologis individu semata, tetapi juga sebagai kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola diri, tugas, dan tuntutan lingkungan secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen stres, faktor-faktor penyebab stres, strategi manajemen stres, serta hubungannya dengan kesejahteraan individu dalam kerangka psikologi manajemen. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis buku teks, artikel jurnal bereputasi, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan stres, strategi koping, serta kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen stres yang efektif melalui penerapan strategi koping adaptif, regulasi emosi, restrukturisasi kognitif, manajemen waktu, serta dukungan sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu. Individu yang mampu mengelola stres dengan baik cenderung memiliki keseimbangan emosional yang lebih stabil, produktivitas yang lebih tinggi, ketahanan psikologis yang lebih kuat, serta kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, manajemen stres merupakan elemen strategis dalam mewujudkan kesejahteraan individu yang berkelanjutan dalam konteks akademik, organisasi, dan sosial.
Copyrights © 2025