Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ikan Larangan Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Untuk Konservasi Alam Di Nagari Tandikek Selatan Farel Olva Zuve; Dinda Putri Buhari; Irma Rahmawati Siregar; Sahjehan Fauzi; Salsabilla Maharani; Tia Rahmi Ani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 7 (2025): JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan terlarang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Nagari Tandikek Selatan. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai-nilai budaya tetapi juga berperan penting dalam melestarikan lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana praktik ikan terlarang ini diterapkan dan bagaimana kontribusinya terhadap konservasi sumber daya alam. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan selama dua minggu di area ikan terlarang di sekitar Masjid Agung Pucung Anam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan terlarang berperan penting dalam membentuk kesadaran ekologis masyarakat, menjaga keseimbangan ekosistem sungai, serta memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Kunci Keberhasilan Pendidikan Berkelanjutan Syahla Atha Athallah; Syaira Dewanti Putriani; Tia Rahmi Ani; Merika Setiawati; Hendri Budi Utama
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berkelanjutan merupakan salah satu tujuan utama dalam sistem pendidikan modern. Kurikulum yang efektif dan relevan menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan tersebut. Namun, kurikulum yang ada masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya penekanan pada kompetensi abad 21, minimnya integrasi dengan kebutuhan masyarakat, serta kurang optimalnya metode pembelajaran yang diterapkan. Evaluasi terhadap kurikulum diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan menentukan langkah-langkah strategis dalam pengembangannya. Pengembangan kurikulum harus mencakup peningkatan kualitas pengajaran, penyesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta integrasi nilai-nilai sosial dan budaya. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan kurikulum yang diterapkan mampu menjawab tuntutan zaman. Dengan adanya evaluasi dan pengembangan yang berkelanjutan, diharapkan sistem pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, serta siap menghadapi tantangan global.
MANAJEMEN STRES DAN KESEJAHTERAAN INDIVIDU DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI MANAJEMEN Tesi Sukaesi; Yolanda Afrida Fitri; Tia Rahmi Ani; Merika Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jqyshp29

Abstract

Stres merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern dan berpotensi memengaruhi kesejahteraan individu secara fisik, psikologis, dan sosial. Tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, serta dinamika sosial yang semakin kompleks sering kali menjadi sumber stres berkepanjangan yang dapat menurunkan produktivitas, kestabilan emosi, dan kualitas hidup. Dalam perspektif psikologi manajemen, stres tidak hanya dipandang sebagai respons psikologis individu semata, tetapi juga sebagai kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola diri, tugas, dan tuntutan lingkungan secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen stres, faktor-faktor penyebab stres, strategi manajemen stres, serta hubungannya dengan kesejahteraan individu dalam kerangka psikologi manajemen. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis buku teks, artikel jurnal bereputasi, dan berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan stres, strategi koping, serta kesejahteraan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen stres yang efektif melalui penerapan strategi koping adaptif, regulasi emosi, restrukturisasi kognitif, manajemen waktu, serta dukungan sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu. Individu yang mampu mengelola stres dengan baik cenderung memiliki keseimbangan emosional yang lebih stabil, produktivitas yang lebih tinggi, ketahanan psikologis yang lebih kuat, serta kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, manajemen stres merupakan elemen strategis dalam mewujudkan kesejahteraan individu yang berkelanjutan dalam konteks akademik, organisasi, dan sosial.