Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami praktik tasawuf kontemporer di Indonesia. Dengan penekanan khusus pada penerapan nilai-nilai spiritual sebagaimana diartikulasikan dalam Tariqoh Qadiriyah, seperti yang disampaikan oleh Habib Umar Muthohar di Semarang. Tasawuf, sebagai aspek esoterik tradisi islam memainkan peran penting dalam kultivasi karakter dan spiritualitas di antara umat. Namun penerapan praktisnya dalam lingkungan lokal memerlukan pemeriksaan yang komperhensif dan ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai tasawuf yang diajarkan dalam Tariqoh Qadiriyah asuhann Habib Umar Muthohar, mengidentifikasi metode implementasinya dalam kehidupan sehari-hari jamaah, serta mengevaluasi dampak spiritual dan sosial dari praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dicirikan oleh kerangka kualitatif, memanfaatkan teknik pengimpulan data seperti observasi partisipatif, wawancara komperhensif dengan mursyid, administrator, dan praktisi toriqoh, di samping analisis dokumenter. Proses analisis data dilakukan dalam kerangka deskriptif-interpretif. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa nilai-nilai intrinsik yang diberlakukan meliputi tazkiyatun nafs, mujahadah, mahabbah, dan perilaku etika yang patut dicontoh. Metodologi impelementasi dilaksanakan melalui praktik harian, majelis dzikir, suluk, talqon dzikir, dan bimbingan spiritual langsung dari mursyid. Proses internalisasi nilai-nilai tasawuf menunjukkan transformasi positif pada aspek spiritual, moral dan sosial jamaah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tariqoh Qadiriyah asuhan Habib Umar Muthohar berperan sebagai intitusi pendidikan spiritual yang efektif dalam membentuk kesalehan individu dan sosial, serta memberikan kontribusi bagi pemahaman dinamika kehidupan beragama masyarakat muslim urban di Indonesia.
Copyrights © 2025