Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA KEPASTIAN DAN KERAGUAN: ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO TERHADAP VALIDITAS ARAH KIBLAT DAN JADWAL SHOLAT M. Azril Fardhani; Rommy Muhammad Rijalul Fahmi; Angeli Aulistia Hanif; Maulida Mar’atus Solikha; Khonsa Miftahurrohmah; M. Rikza Chamami
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/86n1r840

Abstract

Proses penentuan arah kiblat yang tepat, serta menetapkan waktu sholat yang tepat dalam konteks geografis Indonesia, tidak semata-mata bergantung pada metodologi ilmiah yang berakar di bidang ilmu falak; melainkan, secara mendalam dibentuk dan sangat dipengaruhi oleh permadani kaya tradisi Islam dan praktik budaya yang telah tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat selama beberapa generasi. Dalam konteks khusus ini, perlu dicatat bahwa mahasiswa yang terdaftar di Universitas Negeri Islam (UIN) Walisongo Semarang, yang terkait erat dengan komunitas lokal yang terletak di Jawa Tengah, tidak hanya membawa warisan sejarah daerah mereka tetapi juga segudang nilai budaya yang secara signifikan menginformasikan dan membentuk perspektif mereka mengenai ketepatan orientasi kiblat dan waktu sholat dalam konteks lingkungan kampus mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai perasaan, keyakinan, dan keraguan mahasiswa tentang arah kiblat dan waktu salat, dengan meninjaunya dalam konteks sejarah penentuan kiblat di Nusantara serta praktik keagamaan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat historis-sosiologis. Teknik untuk mengumpulkan data meliputi studi literatur dari sumber-sumber baik klasik maupun modern, wawancara mendalam dengan mahasiswa dan tokoh agama setempat, serta pengamatan terhadap praktik keagamaan yang berlangsung di kampus. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya interaksi yang kompleks antara keyakinan dan keraguan yang dialami oleh mahasiswa. Banyak di antara mereka cenderung mengandalkan informasi tentang arah kiblat dan waktu sholat yang ditetapkan berdasarkan tradisi ulama lokal, sejarah pendirian masjid-masjid tua di Jawa, serta hasil diskusi dalam masyarakat. Namun, ketidakpastian dan kekhawatiran yang signifikan muncul ketika seseorang dengan cermat menyandingkan tradisi lama itu dengan hasil yang berasal dari pengukuran kontemporer yang digerakkan oleh teknologi yang menjadi ciri bidang astronomi modern, yang telah maju secara signifikan dengan munculnya instrumen dan metodologi canggih. Praktik budaya lokal, termasuk tetapi tidak terbatas pada pertemuan komunitas yang bertujuan menentukan arah kiblat yang tepat, penerapan jadwal sholat yang dikuratori dan disebarluaskan dengan cermat oleh organisasi keagamaan yang diakui secara nasional, dan penghormatan mendalam yang diberikan kepada para pemimpin spiritual tradisional, telah memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan keyakinan kolektif di antara populasi siswa. Studi komprehensif ini menjelaskan gagasan bahwa penyelidikan seputar arah kiblat dan waktu sholat jauh melampaui pertimbangan teknis dan ilmiah belaka; itu juga sangat bersinggungan dengan berbagai dimensi epistemologis, sejarah, dan budaya yang merupakan bagian integral untuk memahami konteks yang lebih luas. Akibatnya, ia mengadopsi pendekatan multidisiplin yang secara efektif mengintegrasikan prinsip-prinsip ilmu falak, wawasan tak ternilai dari kearifan lokal, dan kemajuan teknologi modern, sehingga memfasilitasi munculnya pemahaman spiritual yang tidak hanya didasarkan secara ilmiah tetapi juga beresonansi dengan realitas kontekstual dan dapat diterima secara luas oleh masyarakat yang lebih besar.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TASAWUF DALAM AJARAN TARIQOH QADIRIYAH ASUHAN HABIB UMAR MUTHOHAR DI SEMARANG M. Azril Fardhani; Rommy Muhammad Rijalul Fahmi; Angeli Aulistia Hanif; Maulida Mar’atus Solikha; Khonsa Miftahurrohmah; M. Rikza Chamami
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/91q2v497

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami praktik tasawuf kontemporer di Indonesia. Dengan penekanan khusus pada penerapan nilai-nilai spiritual sebagaimana diartikulasikan dalam Tariqoh Qadiriyah, seperti yang disampaikan oleh Habib Umar Muthohar di Semarang. Tasawuf, sebagai aspek esoterik tradisi islam memainkan peran penting dalam kultivasi karakter dan spiritualitas di antara umat. Namun penerapan praktisnya dalam lingkungan lokal memerlukan pemeriksaan yang komperhensif dan ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai tasawuf yang diajarkan dalam Tariqoh Qadiriyah asuhann Habib Umar Muthohar, mengidentifikasi metode implementasinya dalam kehidupan sehari-hari jamaah, serta mengevaluasi dampak spiritual dan sosial dari praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dicirikan oleh kerangka kualitatif, memanfaatkan teknik pengimpulan data seperti observasi partisipatif, wawancara komperhensif dengan mursyid, administrator, dan praktisi toriqoh, di samping analisis dokumenter. Proses analisis data dilakukan dalam kerangka deskriptif-interpretif. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa nilai-nilai intrinsik yang diberlakukan meliputi tazkiyatun nafs, mujahadah, mahabbah, dan perilaku etika yang patut dicontoh. Metodologi impelementasi dilaksanakan melalui praktik harian, majelis dzikir, suluk, talqon dzikir, dan bimbingan spiritual langsung dari mursyid. Proses internalisasi nilai-nilai tasawuf menunjukkan transformasi positif pada aspek spiritual, moral dan sosial jamaah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tariqoh Qadiriyah asuhan Habib Umar Muthohar berperan sebagai intitusi pendidikan spiritual yang efektif dalam membentuk kesalehan individu dan sosial, serta memberikan kontribusi bagi pemahaman dinamika kehidupan beragama masyarakat muslim urban di Indonesia.