Sebagai olahraga yang bergerak cepat, bulutangkis memerlukan refleks dan ketangkasan yang cepat di lapangan agar dapat menahan dan menjatuhkan shuttlecock ke lapangan lawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana siswa-siswi bulutangkis Sekolah Menengah Atas Katolik St. Albertus Malang menyikapi latihan bayangan untuk meningkatkan kelincahannya. Penelitian ini menggunakan strategi pra-eksperimental, khususnya tata letak tes pra-pasca satu kelompok. Ada dua pertemuan per minggu dengan total delapan minggu selama penelitian ini. Untuk menjadi bugar, cobalah program pelatihan bayangan 6 poin ini. Shadow test digunakan sebagai instrumen untuk mengukur kelincahan dalam penelitian ini. Uji-t untuk sampel berpasangan digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Tingkat signifikansi sebesar 0,000 untuk uji hipotesis uji t dengan analisis uji t sampel berpasangan lebih rendah dari ambang batas konvensional sebesar 0,05. Hasilnya, kita dapat menyimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Siswa-siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di Sekolah Menengah Atas Katolik St. Albertus Malang menemukan bahwa latihan bayangan secara signifikan meningkatkan kelincahan mereka.
Copyrights © 2024