Penurunan akhlak di kalangan pelajar menunjukkan adanya krisis moral yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan Islam. Fenomena seperti menurunnya rasa hormat terhadap guru, rendahnya tanggung jawab, dan perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai spiritual menandakan bahwa tujuan pendidikan Islam untuk membentuk insan berakhlak mulia belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini berangkat dari pandangan bahwa salah satu penyebab utama melemahnya moralitas pelajar adalah bergesernya orientasi pendidikan dari teosentris (berpusat pada Tuhan) menuju antroposentris (berpusat pada manusia), sehingga nilai-nilai ketuhanan kehilangan posisi sentralnya dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) yang menelaah berbagai literatur klasik dan modern tentang aliran teosentris dalam ilmu kalam serta implikasinya terhadap pembentukan akhlak peserta didik. Analisis dilakukan dengan menyoroti konsep teologis mengenai hubungan manusia dan Tuhan sebagai dasar moralitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip teosentris dalam ilmu kalam seperti keyakinan terhadap kehendak Ilahi, tanggung jawab sebagai bentuk pengabdian, dan kesadaran tauhid berperan penting dalam membentuk akhlak peserta didik. Implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran akidah dan akhlak mampu memperkuat karakter spiritual, mengarahkan perilaku pada kebaikan, serta menumbuhkan kesadaran beragama yang mendalam
Copyrights © 2026