Evidence-Based Practice (EBP) Pendekatan ini sangat penting dalam memberikan perawatan keperawatan yang aman, efisien, dan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Pada pasien yang mengalami syok sepsis, yang berada dalam kondisi serius dengan tingkat kematian yang tinggi, penerapan EBP sangat diperlukan untuk membantu deteksi awal, tindakan yang tepat waktu, dan kolaborasi antar disiplin. Namun, pelaksanaan EBP di lapangan masih mengalami berbagai kendala baik dari segi struktur maupun profesional. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah penerapan EBP dalam perawatan keperawatan pasien syok sepsis, mengidentifikasi tantangan dan faktor-faktor yang mendukungnya,serta merenungkan implikasi terhadap praktik dan kebijakan kesehatan. Metode:Kajian ini menggunakan pendekatan naratif dengan sintesis kritis terhadap artikel-artikel ilmiah terbaru dari jurnal internasional terkemuka. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa EBP dapat meningkatkan kualitas perawatan dan hasil klinis,tetapi penerapannya terhambat oleh beban kerja yang tinggi, keterbatasan akses terhadap bukti ilmiah, minimnya pelatihan, serta keterbatasan dukungan kepemimpinan. Faktor-faktor yang mendukung meliputi pelatihan yang berkelanjutan, budaya organisasi yang mendukung inovasi, dan tersedianya protokol berbasis bukti seperti Surviving Sepsis Campaign Bundle. Kesimpulan: Diperlukan penguatan kapasitas baik individu maupun sistem untuk memastikan penerapan EBP dalam penanganan syok sepsis, guna meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan.
Copyrights © 2026