Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS JUS MENTIMUN UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH TERHADAP KELUARGA Devia Nurafnisa; Nina Pamela Sari
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i6.7524

Abstract

Hypertension, commonly referred to as high blood pressure, is a long-term health concern that is growing more common, particularly among working adults. A cost-effective and natural solution that an increasing number of families are beginning to use is cucumber juice, which is believed to possess qualities that can help lower blood pressure. This study aims to evaluate the effectiveness of cucumber juice in reducing blood pressure by looking at the latest scientific research. A thorough review of available studies was carried out by gathering articles from sites such as Google Scholar, PubMed, and Garuda, utilizing pertinent search terms from 2019 to 2024. The findings indicate that drinking cucumber juice (150–200 mL) daily for a period of 5 to 7 days resulted in significant decreases in both systolic and diastolic blood pressure, especially in individuals with prehypertension or mild hypertension. These advantages are attributed to the high potassium and magnesium content in cucumbers, along with their natural diuretic effects. In a home setting, cucumber juice is regarded as a safe, affordable, and convenient alternative treatment. In conclusion, cucumber juice is viewed as an effective option for managing blood pressure, particularly in attempts to enhance family health
IMPLEMENTASI EVIDENCE-BASED PRACTICE PERAWAT DALAM PENANGANAN SEPTIC SHOCK  DI UNIT PERAWATAN KRITIS:LITERATUR RIVIEW Choerun Nisa Nurul Azizah; Devia Nurafnisa; Hana Aryani; Ida Rosidawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7r7h5d14

Abstract

Evidence-Based Practice (EBP) Pendekatan ini sangat penting dalam memberikan perawatan keperawatan yang aman, efisien, dan berdasarkan bukti ilmiah terkini. Pada pasien yang mengalami syok sepsis, yang berada dalam kondisi serius dengan tingkat kematian yang tinggi, penerapan EBP sangat diperlukan untuk membantu deteksi awal, tindakan yang tepat waktu, dan kolaborasi antar disiplin. Namun, pelaksanaan EBP di lapangan masih mengalami berbagai kendala baik dari segi struktur maupun profesional. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah penerapan EBP dalam perawatan keperawatan pasien syok sepsis, mengidentifikasi tantangan dan faktor-faktor yang mendukungnya,serta merenungkan implikasi terhadap praktik dan kebijakan kesehatan. Metode:Kajian ini menggunakan pendekatan naratif dengan sintesis kritis terhadap artikel-artikel ilmiah terbaru dari jurnal internasional terkemuka. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa EBP dapat meningkatkan kualitas perawatan dan hasil klinis,tetapi penerapannya terhambat oleh beban kerja yang tinggi, keterbatasan akses terhadap bukti ilmiah, minimnya pelatihan, serta keterbatasan dukungan kepemimpinan. Faktor-faktor yang mendukung meliputi pelatihan yang berkelanjutan, budaya organisasi yang mendukung inovasi, dan tersedianya protokol berbasis bukti seperti Surviving Sepsis Campaign Bundle. Kesimpulan: Diperlukan penguatan kapasitas baik individu maupun sistem untuk memastikan penerapan EBP dalam penanganan syok sepsis, guna meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan.