Stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan utama di dunia dan sering menimbulkan kelemahan otot yang berdampak pada penurunan kemampuan fungsional pasien. Di Indonesia, tingginya angka kejadian stroke menunjukkan perlunya intervensi rehabilitatif yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan tindakan keperawatan yang banyak digunakan untuk mempertahankan mobilitas sendi dan memperbaiki fungsi neuromuskular, sedangkan Manual Muscle Testing (MMT) merupakan alat ukur standar untuk menilai kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke berdasarkan penilaian MMT. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel lima tahun terakhir melalui database Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “stroke”, “Range of Motion (ROM) ”, “muscle strength”, dan “Manual Muscle Testing”. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi melalui analisis isi dan ekstraksi data. Hasil kajian menunjukkan bahwa latihan ROM, baik aktif maupun pasif, secara konsisten meningkatkan skor MMT 1–2 tingkat dan memperbaiki kemampuan motorik pasien. Peningkatan ini terjadi melalui mekanisme stimulasi neuromuskular, peningkatan aliran darah, dan pemeliharaan elastisitas jaringan. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa latihan ROM efektif meningkatkan kekuatan otot berdasarkan pengukuran MMT dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan dasar dalam rehabilitasi pasien stroke. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen yang lebih kuat diperlukan untuk memperkuat bukti yang ada.
Copyrights © 2026