Digitalisasi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, proses penerapannya masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada UMKM di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat digitalisasi UMKM serta harapan pelaku usaha terhadap penguatan ekosistem digital di Desa Roomo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga pelaku UMKM, yaitu UMKM WMK, UMKM Silfar, dan UMKM Gorengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat faktor utama yang menghambat proses digitalisasi UMKM, yaitu keterbatasan infrastruktur jaringan internet, keterbatasan perangkat teknologi, keterbatasan waktu dalam pengelolaan usaha, serta kesulitan dalam pembuatan konten promosi digital. Hambatan-hambatan tersebut saling berkaitan dan memengaruhi tingkat optimalisasi pemanfaatan media digital dalam kegiatan usaha. Selain itu, pelaku UMKM memiliki harapan besar terhadap adanya pendampingan digitalisasi yang berkelanjutan, sosialisasi dan pengarahan rutin, serta dukungan yang lebih nyata dari pemerintah desa dan pihak pendamping UMKM. Sinergi antar pemangku kepentingan serta peningkatan kepercayaan terhadap produk UMKM lokal juga menjadi harapan utama dalam mendorong keberhasilan digitalisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM memerlukan pendekatan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan pelaku usaha agar dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan UMKM.
Copyrights © 2026