Pemilihan siswa berprestasi merupakan proses penting dalam lembaga pendidikan untuk mengidentifikasi peserta didik dengan capaian unggul pada aspek akademik maupun non-akademik. Namun, proses seleksi yang masih dilakukan secara manual sering menimbulkan subjektivitas, inkonsistensi, dan kesalahan perhitungan. Penelitian ini menerapkan metode Simple Moving Average (SMA) pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk meningkatkan objektivitas, akurasi, dan konsistensi dalam proses penilaian siswa berprestasi. Metode SMA digunakan untuk menghitung nilai rata-rata bergerak dari tiga periode penilaian pada setiap kriteria, yaitu Prestasi Akademik, Prestasi Non-Akademik, Sikap dan Perilaku, serta Kedisiplinan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADOPT yang meliputi tahapan Analysis, Design, Optimization, Prototyping, dan Testing untuk membangun sistem SPK berbasis SMA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa SMA mampu mereduksi fluktuasi nilai antarperiode sehingga menghasilkan nilai representatif yang stabil dan objektif. Dari pengolahan data 10 siswa, diperoleh bahwa siswa S6 memiliki nilai akhir tertinggi dengan skor 55,57 sehingga ditetapkan sebagai siswa berprestasi terbaik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi metode SMA dalam SPK berbasis sistem terkomputerisasi mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan secara objektif dan konsisten, serta memberikan manfaat praktis bagi pihak sekolah dalam mempercepat proses seleksi, meminimalkan potensi bias penilaian, dan menyediakan dasar keputusan yang transparan serta dapat direplikasi sebagai standar evaluasi siswa berprestasi berbasis data historis.
Copyrights © 2025