Penelitian ini membahas transformasi pendidikan Islam melalui perspektif filsafat pendidikan Islam dengan tujuan mengembangkan kerangka pendidikan yang transformatif, holistik, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, menganalisis karya-karya Dr. Yusuf Hanafi, Achmad Sultoni, dan Prof. Dr. H. Muh. Huda, serta literatur terkait untuk memahami konsep pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, tarbiyah, ta’lim, dan tazkiyah dalam berbagai disiplin ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam meliputi metafisika, aksiologi, dan pragmatisme menjadi landasan penting dalam membangun pendidikan yang membentuk karakter, kecerdasan spiritual, dan kemampuan adaptif peserta didik. Transformasi kurikulum melalui revitalisasi tradisi lokal seperti Mapalus dan penerapan Kurikulum Merdeka di madrasah memungkinkan integrasi pendidikan agama dan nilai sosial-kultural, meskipun menghadapi tantangan kesiapan guru dan sumber daya. Dari aspek pedagogis, penggunaan teknologi imersif seperti VR, AR, dan AI, serta pembelajaran kooperatif berbasis nilai Islam, terbukti meningkatkan motivasi, hasil belajar, dan perkembangan moral siswa. Strategi pendidikan transformatif yang menekankan refleksi kritis, pengalaman autentik, dan pemahaman multidimensional dapat melahirkan peserta didik yang religius, kreatif, kritis, dan kompetitif secara global. Penelitian ini juga menyoroti peluang pendidikan Islam untuk mengintegrasikan nilai-nilai global, kewarganegaraan, dan inklusivitas dalam model pendidikan holistik. Rekomendasi meliputi pengembangan kurikulum berbasis integrasi nilai Islam, optimalisasi teknologi pembelajaran, pelatihan guru, revitalisasi tradisi lokal, serta penelitian komparatif dan longitudinal untuk memastikan relevansi dan efektivitas pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang beretika, adaptif, dan siap menghadapi dinamika masyarakat modern.
Copyrights © 2025