Hubungan antara Sunni, Syiah, dan Salafi merupakan isu paling kompleks dalam khazanah Islam kontemporer. Ketegangan antarkelompok ini sering dipahami sebagai konflik teologis, padahal penelitian menunjukkan bahwa akar masalah lebih bersifat multidimensi yang mencakup sejarah, politik, epistemologi, dan dinamika sosial modern. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar persoalan hubungan ketiga kelompok tersebut melalui kajian pustaka (library research) terhadap literatur klasik dan kontemporer, artikel jurnal internasional, serta analisis wacana sektarian di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tidak bersifat esensial, melainkan diproduksi oleh kontestasi otoritas politik, konstruksi identitas keagamaan yang rigid, perbedaan paradigma keilmuan, dan reproduksi narasi provokatif melalui media sosial. Penelitian ini menawarkan pendekatan berbasis maqāṣid al-syarī‘ah, dialog fikih antar mazhab, dan pendidikan Islam inklusif sebagai strategi rekonsiliasi. Studi ini diharapkan berkontribusi dalam memperkuat kerangka akademik yang komprehensif untuk memahami relasi intra-agama Islam dan menyediakan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi negara, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
Copyrights © 2025