Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, merupakan tulang punggung ekonomi lokal dengan potensi besar menembus pasar global, namun terkendala keterbatasan inovasi, kolaborasi strategis, dan digitalisasi. Urgensi penelitian ini muncul dari kebutuhan mendesak UMKM naik kelas menghadapi kompetisi internasional, di mana transformasi digital dan kemitraan dengan startup, ritel, BUMN, serta platform digital menjadi kunci utama, sebagaimana didorong kebijakan pemerintah hingga 2025. Penelitian bertujuan menguji pengaruh inovasi UMKM (X1) dan strategi kolaboratif (X2) terhadap akses pasar global (Y), dengan digitalisasi UMKM (Z1) sebagai variabel moderator. Menggunakan desain kuantitatif PLS-SEM via SmartPLS 3.0 pada 133 sampel UMKM purposive dari populasi 250 unit, analisis jalur menguji hipotesis H1-H4. Hasil menunjukkan R² akses pasar global 0,755 (75,5% dipengaruhi X1-X2), F-hitung 120,231 (Sig. 0,002<0,005), dan t-test signifikan (inovasi t=4,455 p=0,755; kolaborasi t=4,225 p=0,667). Digitalisasi memoderasi kuat (R²=0,760; koefisien 0,167, t=3,442). Persamaan: Y=0,246+0,155X1+0,082X2. Temuan mendukung semua hipotesis, menegaskan inovasi dan kolaborasi efektif dikuatkan digitalisasi untuk ekspansi global UMKM Banyuasin.
Copyrights © 2025